DI BATENG, HARGA ECERAN BENSIN DAN PERTALITE TEMBUS RP 8000

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Pemerintah pusat melalui PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga 3 jenis Bahan Bakar Minyak (BBM), yakni Pertamax Series, Pertalite dan Dexlite sebesar Rp 300/liter, yang berlaku mulai pukul 00.00 WIB pada Kamis (05/01/2017).

Bacaan Lainnya

Bensin jenis Pertalite yang tadinya ada di harga Rp.7050,- per liter naik menjadi Rp 7350,- per liternya. Sejalan dengan hal demikian,para pengusaha yang kelola SPBU di Kabupaten Bangka Tengah sendiri juga turut menyesuaikan dengan regulasi baru dari Pemerintah Pusat.

Pantauan media ini di salah satu SPBU milik swasta,atau SPBU 24.331.135 yang terletak di komplek Perwira Polisi Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, justru menimbulkan pertanyaan baru terkait penyesuaian harga.

Andi, salah satu Kepala Pengawas yang bertugas sore itu,Kamis, 5/01/2017, menuturkan pada media ini, bahwa kebijakan tersebut memang sudah dilakukan sejak pukul 00.01 WIB, dinihari tadi.

“Ya sudah pak, sejak dinihari tadi kami sudah berlakukan penyesuaian harga yang baru. Jadi, pas pagi SPBU kami buka pukul 07.00 kami sudah memakai harga yang baru,” kata Andi.

Kemudian dijelaskan oleh dia,bahwa dirinya terus terang tidak mengetahui jika ditanya perihal berapa harga eceran yang ada di masyarakat.Karena seperti diketahui bersama,di Provinsi Bangka Belitung pada umumnya, atau di Kabupaten Bangka Tengah pada khususnya memang ada sebagian masyarakat yang mengecer bensin sebagai ladang usaha.

“Wah kalau itu saya tidak tahu pak,kalo dari kita naiknya kisaran Rp.300,- per liter, atau sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat,untuk masyarakat yang ngecer bensin biasanya di angka Rp.500,- per liter,” Jelasnya lagi.

Terpisah,salah satu pengecer bensin yang terletak hanya kurang lebih 500 meter dari SPBU tadi.Resa,mengakui bahwa tidak ada kesepakatan harga dari pihak manapun dalam menghadapi kenaikan harga yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Tapi lebih kepada penyesuaian sendiri masing-masing penjual.

“Dagde pak, dagde arahan apelah soal ya, mun kami biase e sesuaikan bai harge-harge tadik kek masyarakat.Mun jorang jual Rp.7500,- kami jual bai Rp.8000,- ( Tidak ada pak, tidak ada arahan apapun soal itu, kalau kita biasanya sesuaikan aja harga-harga tadi ke masyarakat. Kalau mereka jual Rp.7500,- kita jual saja Rp.8000,-), ” teran Resa. (L.H)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan