DIDUGA, ADA INDIKASI KONGKALIKONG PADA LELANG PROYEK GEDUNG POLKES PANGKALPINANG

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Dugaan Panitia Lelang telah mengarahkan kepada salah satu perusahaan yang sudah dijagokannya, pada lelang proyek kembali menyeruak.

Bacaan Lainnya

Hal ini terjadi pada lelang proyek Gedung Kuliah Politehnik Kesehatan Pangkalpinang. Dimana pada persyaratan dokumen lelang mencantumkan dukungan untuk tiang pancang wajib dari perusahaan yang ada di Pulau Bangka, sedangkan di Pulau Bangka hanya ada satu perusahaan yang memproduksi tiang pancang beton yaitu CV Bumi Perkasa Pratama.

Pada LPSE Dokumen Lelang menyatakan salah satu syarat dukungan disebut “memiliki surat dukungan pabrikan (supporting letter) pabrik tiang pancang yang ada di Bangka.

Syarat itulah sengaja dibuat Panitia Lelang untuk memuluskan salah satu pemenang, dimana CV Bumi Perkasa Pratama perusahaan yang memproduksi tiang pancang beton itu dukungannya sudah dikunci oleh salah satu Peserta Lelang.

Lelang tersebut pada paket Pembangunan Gedung Kuliah Politehnik Kesehatan Pangkalpinang APBN 2017 dengan Pagu Dana RP 15.986.300.000,-.

Persyaratan lelang itu sangat tidak masuk akal, dan diduga sengaja dibuat panitia untuk memuluskan salah satu pemenang, dan ada dugaan sudah mengarah kepada praktek Kongkalingkong dalam lelang. Karena sudah mengarah kepada salah satu pemenang tender.

Padahal aturan Keppres nomor 80 tahun 2003, panitia lelang dalam menetapkan syarat-syarat tender harus berpatokan pada:

Pasal 2:
Tujuan diberlakukannya Keputusan Presiden ini adalah agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa dilakukan secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel yang sebagian atau seluruhnya dibiayai APBN/APBD.

Pasal 14:
Dalam proses prakualifikasi/pascakualifikasi panitia/pejabat pengadaan dilarang menambah persyaratan prakualifikasi/pascakualifikasi di luar yang telah ditetapkan dalam ketentuan Keputusan Presiden ini atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi;
Persyaratan prakualifikasi/pascakualifikasi yang ditetapkan harus merupakan persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan agar terwujud persaingan yang sehat secara luas.

Ketika tahapan Aanwijzing, salah satu peserta lelang yang kurang puas sudah menanyakan langsung tentang dukungan itu kepada panitia lelang, tetapi panitia lelang tetap pada teorinya. Celakanya lagi, satu satunya produsen tiang pancang di Pulau Bangka CV Bumi Perkasa Pratama tidak mau memberikan dukungan dengan alasan dukungan sudah dikeluarkan kepada salah satu peserta lelang.

“CV Bumi Perkasa Pratama tetap tidak memberikan dukungan walau sudah diupayakan semaksimal mungkin oleh peserta lain”, keluh peserta lelang lain kepada wartawan pada Jumat (10/2/2017) di Pangkalpinang.

Menariknya, sewaktu peserta lelang dari lain yang meminta dukungan kepada CV Bumi Perkasa Pratama, Indra salah satu staf di CV Bumi Perkasa Pratama dengan no Hp 081905469955 bahwa yang menandatangani surat dukungan sedang keluar daerah sampai (18/02/2017), sedangkan batas akhir pemasukan penawaran adalah pada (16/02/2017).

Masih menurut Indra bahwa surat dukungan sudah ada satu yang dikeluarkan pada (08/02/2017) kepada perusahaan lokal.

” Kami sudah mengeluarkan dukungan kepada salah satu peserta lelang yaitu perusahaan lokal pada (08/02/2017),” katanya.

Ketika disinggung bahwa yang menandatangani surat dukungan apakah Saudara Welly selaku Direktur CV. Bumi Perkasa Pratama No HP 0811172258, Indra katakan bahwa Welly sedang berburu.

” Maaf pak, pak Wellly sedang berburu”, katanya singkat.

Ketika hal itu ditanyakan kepada Welly melalui telepon, Welly menjawab tidak lagi mencampuri urusan internal CV BPP dan menyerahkan sepenuhnya kepada staf beliau.

” Saya tidak lagi memcampuri urusan internal CV BPP dan semuanya sudah saya serahkan sepenuhnya kepada staf saya”, jawab Welly melalui telepon baru-baru ini.

Ditambahkannya, CV BPP sudah mengeluarkan dukungan terlalu banyak hingga tidak bisa lagi mengeluarkan dukungan.

“CV BPP sudah mengeluarkan dukungan terlalu banyak, jadi CV BPP tidak bisa lagi mengeluarkan dukungan untuk itu,” pungkasnya. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan