DIDUGA ANIAYA WARGA SIPIL, AG DIPERIKSA DENPOM

  • Whatsapp

LETTU (CPM) Wahyu Setyadi

KABARBANGKA.COM – Kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh oknum angggota TNI AD terhadap seorang warga sipil, yang terjadi pada hari Minggu (28/08/2016) petang, ternyata berbuntut panjang.

Bacaan Lainnya

Ag, oknum TNI AD yang diduga telah menganiaya Yulyanus alias Adut, warga Jalan SMA Muhammadiyah, Kampung Keramat, Kelurahan Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, dikabarkan telah diperiksa secara intensif oleh Detasemen Polisi Militer (DENPOM) di Jalan Mentok, Kota Pangkalpinang. Sejumlah saksi-saksi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), juga sudah dimintai keterangannya.

LETTU (CPM) Wahyu Setyadi, saat dikonfirmasi membenarkan, adanya laporan dugaan penganiayaan, yang dilakukan oleh Ag tersebut.

” Iya…memang benar, laporan itu sudah kita terima, saat ini kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap 4 (empat) para saksi-saksi yang melihat peristiwa kejadian tersebut. Maupun berikut mengumpulkan barang bukti yang ada di TKP. Tinggal menunggu hasil penyelidikan anggota kita saja”, ungkap LETTU (CPM) Wahyu Setyadi dikantornya, Selasa (30/08/2016) siang.

Dijelaskannya, apabila semua apabila ditemukan cukup bukti, dan berkas perkaranya sudah lengkap sesuai dengan persyaratan ketentuan yang berlaku, maka sesuai prosudur perkara dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut akan disidang di Pengadilan Militer.

” Proses hukum di Pengadilan Militer, tidak seperti proses hukum pada pidana umumnya. Tentunya membutuhkan waktu agak lama lebih kurang 2 (dua) bulan, mengingat juga Pengadilan Militer kita di Bangka belum ada. Kita juga masih menginduk di Palembang. Apabila bukti-bukti sudah terkumpul dan unsur-unsur itu memang terbukti bersalah, akan secepat mungkin berkasnya kita selesaikan dan kita kirim ke Palembang, untuk disidangkan disana”, jelas LETTU (CPM) Wahyu Setyadi.

Lettu Wahyu Setyadi juga menegaskan bahwa Ag (tersangka), bukanlah anggota TNI AD yang bertugas di KODIM 0413 Bangka, sperti yang diberitakan sebelumnya.

” Ag memang anggota TNI AD, tapi bukan bertugas di KODIM 043/BANGKA. Namun Ag bertugas di Kesatuan Pembekalan Angkutan DAM II/SRIWIJAYA (TEPBEK), yang sementara kantornya masih bergabung dengan KODIM 043/BANGKA, mengingat belum adanya kantor tersendiri”, terangnya.

LETTU (CPM) Wahyu Setyadi juga menghimbau kepada masyarakat Bangka Belitung, supaya tidak takut melaporkan sesuatu pelanggaran yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AD.

” Buat masyarakat untuk kedepannya, jangan pernah lagi ada rasa takut untuk melaporkan kepada PM. Apabila menemukan adanya perbuatan oknum TNI AD yang melanggar aturan hukum, khususnya yang ada di pulau Bangka ini sendiri. Negara kita adalah negara hukum, semuanya sama saja termasuk anggota TNI. Sebab kami TNI memiliki semboyan yakni ” BERSAMA RAKYAT TNI KUAT “, pungkasnya. (Topan/Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan