DIDUGA MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA, KASUS PROYEK INI DILAPORKAN KE KPK

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Dugaan korupsi Kegiatan Pengadaan Dan Pemasangan Pipa Transmisi Kolong Merawang (Lanjutan) Tahun 2013 Di Kabupaten Bangka, dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (17/01/2017) sekira pukul 14.10 WIB. Proyek tersebut dilaporkan langsung oleh Romlan (38), warga Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Bacaan Lainnya

Proyek dimaksud dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Satker SNVT PJPA Wilayah Sumatera VIII Propinsi Bangka Belitung, dan dikerjakan oleh PT DAYA HASTA MULTI PERKASA selaku Kontraktor Pelaksana.

“Hari ini, Selasa (17/01/2017) siang, laporan resmi dan semua bukti-bukti pendukung sudah saya sampaikan ke Bagian Pengaduan Masyarakat (DUMAS) KPK, yang mudah-mudahan bisa dijadikan alat bukti oleh Penyidik KPK, untuk mengungkap dugaan korupsi pada proyek Kegiatan Pengadaan Dan Pemasangan Pipa Transmisi Kolong Merawang itu. Proyek itu saya laporkan, lantaran ada indikasi perbuatan melawan hukum yang berpotensi merugikan keuangan negara, yang diduga dilakukan oleh para pihak terkait diproyek tersebut” ungkapnya.

Romlan menjelaskan, dirinya merasa prihatin terhadap proyek Pipa Transmisi Kolong Merawang yang dikerjakan oleh PT DAYA HASTA MULTI PERKASA Tahun Anggaran 2013, yang menghabiskan dana Rp 11,028 milyar lebih, hingga kini tidak bisa difungsikan dan patut diduga ‘Gagal Total’. Ada 2 hal yang patut diduga menjadi penyabab Pipa Transmisi Kolong Merawang itu tidak bisa difungsikan. Pertama, pipa yang dipasang diduga berkwalitas kurang bagus. Kedua, pemasangan pipa itu oleh para pekerja diduga ‘Asal Pasang’. Faktanya, pada saat dilakukan Uji Coba (Running Test), banyak sekali terjadi kebocoran, bahkan ada pipa yang pecah.

Menurut informasi yang beredar, bahwa pihak SNVT PJPA mau saja menerima Penyerahan Hasil Pekerjaan (FHO) PT DAYA HASTA MULTI PERKASA, dan semua uangnya sudah dibayarkan kepada pihak kontraktor Pelaksana, meskipun mengetahui bahwa hasil pekerjaan proyek tersebut tidak bisa difungsikan.

Proyek yang tidak bisa difungsikan itu, malah direhab pada Tahun Anggaran 2016 lalu. Pekerjaan Rehabilitasi Pipa Transmisi Kolong Merawang itu, dipercayakan kepada PT RIAN MAKMUR JAYA, dengan Nilai Kontrak Rp 4, 76 milyar lebih. Parahnya lagi, meskipun sudah direhab, Pipa Transmisi Kolong Merawang itu tetap tidak bisa difungsikan.

Romlan juga menilai, Kepala SNVT PJPA Wilayah Sumatera VIII, Ir. Abdurroni MT, patut diduga telah melakukan pembohongan publik. Kepada wartawan, Ir. Abdurroni MT mengatakan, bahwa proyek yang dikerjakan oleh PT DAYA HASTA MULTI PERKASA tahun 2013 itu direhab, karena terkena proyek Pelebaran Jalan Nasional.

“Padahal fakta dilapangan, pipa yang direhab dan diganti itu karena banyak yang pecah dan menyebabkan terjadinya kebocoran, sehingga pipa Transmisi itu itu tidak bisa difungsikan secara maksimal. Lagian, kalo pipa itu direhab karena terkena proyek Pelebaran Jalan Nasional, ngapain direhab sampai ke Bukit Betung? Apakah wilayah Bukit Betung juga terkena proyek Pelebaran Jalan Nasional?” paparnya.

Ketika disinggung perihal dirinya memilih KPK dibanding kepolisian ataupun kejaksaan yang ada di Babel, dia menegaskan bahwa sumber dana Kegiatan Pengadaan Dan Pemasangan Pipa Transmisi Kolong Merawang itu berasal dari APBN.

“Nah, kenapa dilaporkan ke KPK? Karena dana proyek itu bersumber dari Dana APBN. Kalau ditangani oleh KPK, garis koordinasi antar instansi dan lembaga penegak hukum akan lebih mudah, karena semua kantornya berada di Jakarta dan saling berdekatan. Itulah mengapa saya memilih melaporkan secara resmi ke KPK” ujarnya.

Diketahui sebelumnya,Sebagaimana yang ramai diberitakan, bahwa Kegiatan Pengadaan Dan Pemasangan Pipa Transmisi Kolong Merawang (Lanjutan) Tahun 2013 di Kabupaten Bangka, yang dikerjakan oleh PT Daya Hasta Multi Perkasa, hingga kini dikabarkan tidak bisa difungsikan secara maksimal, dan disinyalir sebagai ‘PROYEK GAGAL’.

Anggaran proyek tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2013, sebesar Rp 11,028 milyar lebih. Hasil pekerjaan PT Daya Hasta Multi Perkasa itu tidak bisa difungsikan, karena diduga pengerjaannya yang asal-asalan, dan kwalitas pipa yang dipasang diduga kurang bagus. Karena tidak bisa difungsikan, pada bulan Januari 20016, pipa yang baru dipasang oleh PT Daya Hasta Multi Perkasa itu dikabarkan direhabilitasi.

Pekerjaan Rehabilitasi Pipa Transmisi Kolong Merawang tersebut dipercayakan kepada PT RIAN MAKMUR JAYA, yang beralamat di Jalan M. Saleh Zainudin Nomor 240 Gabek I, Pangkalpinang. Berdasarkan Perjanjian Kontrak Kerja antara pihak Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Dirjen Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan pihak PT RIAN MAKMUR JAYA, Tertanggal 11 Januari 2016, proyek tersebut senilai Rp 4,7 milyar lebih, juga bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2016. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan