DIDUSTAI PENAMBANG, APA SIKAP POLISI?

  • Whatsapp

fb_img_1474693992631 fb_img_1474694020488

KABARBANGKA.COM –Belum lama ini, Kasat Intelkam Polres Bangka AKP Supriyanto, memimpin penertiban TI Rajuk yang beroperasi secara ilegal, di Pantai Dusun Tanjung Ratu, Desa rebo, Kecamatan Sungailiat, Selasa (06/09/2016) yang lalu. Saat itu, AKP Supriyanto seizin Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, mengucapkan ‘JANGAN ADA DUSTA DIANTARA KITA’.

Bacaan Lainnya

Ungkapan tersebut disampaikan kepada Kadus Tanjung Ratu dan para penambang, agar jangan kembali menambang dilolaksi tersebut, usai membongkar ponton dan peralatan tambangnya yang ditertibkan petugas.

Saat itu, dengan didampingi Kapolsek Sungailiat AKP Syamsul Bagja dan sejumlah anggota Polres Bangka, AKP Supariyanto menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Yanto (Kadus Tanjung Ratu) dan sejumlah penambang, yang sudah bersedia membongkar sendiri ponton dan peralatan tambangnya.

“Terima kasih atas kerjasama pak Kadus dan kawan-kawan penambang, yang telah bersedia membongkar sendiri ponton dan peralatan tambangnya. Tolong, kita bisa saling menghargai, dan saling percaya. Jangan ada dusta diantara kita! Kalau sudah dibongkar ini, nanti jangan dipasang lagi, jangan kerja disini lagi lah”, kata AKP Supriyanto seraya bercanda.

Kasat Intelkam Polres Bangka itu berharap, agar Kadus memberikan pengertian kepada penambang, untuk tidak beraktifitas lagi dilokas tersebut. Karena selain ilegal, lokasi itu juga termasuk kawasan Hutan Lindung.

“Jadi, saya minta tolong pak Kadus, supaya kawan-kawan penambang itu diberi pengertian. Jangan sampai kami datang 2 kali kesini, masih ada juga yang bekerja disini. Seperti yang saya sampaikan tadi, tolong hargai kami (Polisi). Ini perintah Kapolres, tapi yang jelas ini melanggar aturan. Karena kalian menambang tanpa izin”, terangnya.

Yanto (Kadus Tanjung Ratu), bersama sejumlah penambang menyanggupi permintaan tersebut.

“Insya Allah pak, kami masih nunggu air laut pasang. Nanti kalo air sudah dalam, semua ponton akan kami tarik dari lokasi ini. Karena mayoritas yang nambang disini adalah masyarakat kampung kami lah (Tanjung Ratu), biasanya tidak terlalu susah diatur”, kata Yanto, yang diamini para penambang.

Akan tetapi, baru-baru ini TI Rajuk dilokasi tersebut dikabarkan kembali beraktifitas. Pantauan wartawan dilokasi, Jum’at (23/09/2016) petang, nampak bunyi mesin terdengar dari sejumlah ponton sedang bekerja menambang timah.

Tidak hanya itu, satu Mobil Pick Up TOYOTA HILUX warna Gold BN 9358 JK, dengan muatan puluhan karung yang diduga berisi timah, juga nampak parkir diantara pondok-pondok yang ada dilokasi. Menurut informasi dari penambang, Mobil TOYOTA HILUX milik J*k, pembeli timah asal Desa Baturusa, Kecamatan Merawang. Mobil itu diduga digunakan oleh anak buahnya, untuk mengangkut timah dari penambang yang ada dilokasi tersebut.

Fakta itu menunjukkan, bahwa para penambang yang disebut Yanto ‘Mudah Diatur’, justru malah ‘Susah Diatur’. Penambang yang sebelumnya sudah ditertibkan dan dilarang oleh petugas untuk menambang timah dilokasi tersebut, sama sekali tidak menghargai himbauan aparat kepolisian.

Nampak jelas bahwa penambang diduga sudah ‘MENDUSTAI’ aparat Kepolisian, khususnya personil Polres Bangka. Lalu, apa sikap dan tanggapan dari Polres Bangka? Hingga berita ini diriis, belum diperoleh tanggapan dan komentarnya. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan