DIPERIKSA PENYIDIK PIDSUS KEJATI, RONI: “DAK USAH DIEKSPOS LAH BOS”

  • Whatsapp

KABARANGKA.COM — Ir. H. Abdul Roni MT, meminta wartawan tidak memberitakan kabar pemeriksaan dirinya dan stafnya oleh Penyidik Pidsus Kejati Babel, Senin (29/05/2017), dan Rabu (31/05/2017).

Bacaan Lainnya

Mantan Kepala Satuan Kerja (Ka Satker) SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Sumatera VIII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) itu, menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Pidsus Kejati Babel, bersama salah stafnya, Mulyanto.

Abdul Roni dan Mulyanto, dimintai keterangan oleh penyidik, terkait dugaan korupsi Kegiatan Rehabilitasi Pipa Transmisi Kolong Merawang Dan Pembangunan Intake Di Kabupaten Bangka Tahun 2016, semasa dirinya masih menjabat selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Sumatera VIII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara Mulyanto, merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek dimaksud.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PT Rian Makmur Jaya, dengan nilai kontrak Rp 4,7 miliar lebih, yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2016.

Kepada wartawan, Abdul Roni membenarkan jika dia dan Mulyanto diperiksa di penyidik Pidsus Kejati Babel. Namun Roni enggan pemeriksaan tersebut diberitakan.

“Iya, baru dimintai keterangan, dak usah diekspos lah bos (wartawan-red)” kata Roni di Kantor Kejati Babel, usai keluar ruang penyidik.

Ia menambahkan, bahwa hanya ia dan Mulyanto yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik Pidsus Kejati Babel.

“Hanya kami berdua yang datang”, lanjutnya.

Penulis: Eko Septianto Rasyim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan