DITPOLAIR KLARIFIKASI PEMBERITAAN KASUS PERAMPASAN KAPAL ISAP

  • Whatsapp

20161006_144756

KABARBANGKA.COM — DIR POLAIR POLDA BABEL, KOMBESPOL Lukas Gunawan, melalui Kasubdit Gakkum AKBP Adi Nugraha, Kamis (06/10/2016) siang kepada kabarbangka.com memberikan klarifikasi terkait pemberitaan perihal dugaan perampasan Kapal Isap Produksi (KIP) Hai An 9668, yang diduga melibatkan oknum ormas dan aparat.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemberitaan terkait pengamanan kapal isap Hai An itu seharusnya dikonfirmasikan ke pihaknya terlebih dahulu sebelum diturunkan. Apalagi dari sumber yang tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita kwatirkan, efek pemberitaan itu bisa saja membawa publik menghakimi seseorang atau ormas pada penilaian yang tidak baik. Padahal belum tentu seperti itu kenyataannya,” kata AKBP Adi Nugraha di ruang kerjanya.

Terkait pengamanan KIP Hai An 9668, dia mengatakan kejadian ini bermula dari seseorang bernama Chandra Lukito, yang mengaku sebagai pemilik kapal datang ke Dit Polair, melaporkan terkait kapal yang dirampas oleh sekelompok orang yang tak dikenal.

Dalam keterangan pemilik kapal, dijelaskan bahwa ketika Kapal Hai An 9668 sejak Maret 2015, naik Dok di Pelabuhan Pangkal Balam selama 8 bulan, dan lego jangkar di Sungai Baturusa dengan dijaga 3 orang Kru.

“Namun pada 14 September 2016, kapal itu didatangi sekelompok orang dan menyuruh ketiga kru turun. Mereka mengaku sebagai pemilik kapal dan mengancam kepada ABK, apabila tidak mau turun maka kapal akan diledakkan. Akhirnya ABK pun turun, lalu sekelompok orang itu mengambil alih kapal tersebut,” terangnya.

Selanjutnya oleh ABK, kejadian ini dilaporkan ke pemilik Kapal yakni Chandra. Namun pada 17 September 2016, pemilik kapal mendapat informasi lagi jika kapalnya telah ditarik sekelompok orang yang tak dikenalnya dari posisi tempat kapal lego jangkar.

Akhirnya Chandra Lukito warga Batam ini Senin,19 September 2016 membuat LP tuduhan pengancaman dan pemerasan di Mako Ditpolair.

“Menindak lanjuti LP tersebut, kita sudah mintai keterangan saksi pelapor dan kita juga cek dokumen dokumen kapal itu. Kita mintai keterangan saksi ahli dari Syahbandar terkait keabsahan pemiliknya,” jelas Kasubdit Gakkum Polair tersebut.

Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan seluruh dokumen, terbukti bahwa kepemilikan kapal tersebut adalah PT ABI.

“Dimana Chandra adalah direktur PT ABI, intinya dokumen kapal itu sah milik Chandra sebagai direktur PT ABI,” ucapnya.

Selanjutnya, masih kata Adi, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan terkait keberadaan kapal Hai An itu, lalu pihaknya mendapat kabar kapal lego jangkar di perairan Air Anyir di sebelah Dok Kartini.

“Kita pun langsung turun ke lokasi dan mendapati kapal tersebut memang ada disitu dan dijaga oleh salah satu anggota ormas yang ada di Pangkalpinang dan tidak ada yang lain di situ apalagi anggota yang katanya bawa senjata,” ujarnya.

Selanjutnya kapal itu ditarik ke dermaga Ditpolair untuk diamankan sebagai barang bukti.

“Kita sudah tarik kapal itu demi keamanan dan untuk barang bukti nantinya, selain itu juga anggota ormas yang diduga terlibat sudah diperiksa,” katanya.

Ditambahkannya, karena permasalahan kapal ini, statusnya sudah lidik maka saksi saksi yang terlibat kita mintai keterangannya.

“Hingga hari ini kita terus lakukan penyelidikan,dan nantinya akan terungkap siapa pelakunya. Bila terpenuhi unsurnya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP Tentang Pemerasan dan Pengancaman dengan barang bukti satu unit kapal dan dokumen,” pungkasnya. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan