DLH Pangkalpinang Kerahkan ” Pasukan Kuning” Bersihkan Sampah Usai Pawai Dan Karnaval

  • Whatsapp

KABARBANGKA. COM—- Sekitar 175 orang Petugas Kebersihan atau yang biasa disebut ” Pasukan Kuning ” dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pangkalpinang dikerahkan untuk membersihkan sampah sampah yang berserakan usai pelaksanaan pawai dan karnaval yang dilaksanakan oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pangkalpinang Iwansyah kepada wartawan, Senin(21/08/2017).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, intensitas sampah yang lumayan membludak membuat DLH menurunkan hampir setengah dari pasukan kuning untuk membersihkannya.Namun diakui Iwan masalah sampah tahunan yang diakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat ini merupakan hal yang rutin setiap tahun.

” Sampah sisa pawai karnaval sangatlah banyak, sehingga setengah dari petugas kami kerahkan untuk membersihkan ruas jalan yang dipenuhi sampah.,” ungkapnya.

Kemudian dirinya menyebutkan untuk kapasitas yang berhasil dibersihkan oleh petugas di hari pertama dan kedua pelaksanaan pawai serta karnaval mencapai sekitar 10 truk sampah.

” Dengan bertambahnya rute dan jumlah perserta kami perkirakan untuk hari ini intensitas sampah semakin bertambah, namun pasukan kuning sebagai ujung tombak terdepan bagi pemerintah kota sudah siap dan siaga untuk membersihkannya, ” ujarnya.

Lebih lanjut Iwan mengatakan perhatian dari pihak pelaksana sendiri sudah bagus, beberapa hari yang lalu mereka sudah berkoordinasi dengan DLH bahwa akan mensuport sekitar 80 orang petugas dengan menyediakan ransum usai membersihkan areal rute dan sekitarnya.

” Koordinasi pihak panitia pelaksana sudah baik, kami disediakan nasi kotak, kue dan minuman mineral untuk 80 orang, namun kalau honor saya tidak tahu karena belum diterima,” ujarnya.

Dalam kesembatan ini iwansyah menghimnau agar masyarakat lebih peduli untuk membantu meringankan pekerjaan pasukan kuning dengan cara membuang sampah pada tempatnya.

” Masalah sampah ini adalah kesadaran, jika tingkat kesadaean masyarakat kita tinggi akan kebersihan lingkungan maka tugas kami akan semakin ringan, ” pungkasnya.

 

Reporter : Eko Septianto Rasyim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan