Dosen Wajib Buat Buku Ajar dan Teks, UBB Produksi Puluhan Buku Ilmiah

  • Whatsapp

Foto-Buku-Ajar

MERAWANG (UBB) — Universitas Bangka Belitung (UBB) bakal melahirkan puluhan bahkan ratusan buku ajar, menyusul dosen di setiap perguruan tinggi setiap tahun diwajibkan menulis dan memproduksi satu buku ajar mata kuliah yang diasuhnya dan buku teks.

Bacaan Lainnya

Kewajiban dosen menulis dan memprodusi buku (baik ajar maupun teks) itu diatur Undang-undang (UU), antara lain UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi dan UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta sejumlah regulasi yang dikeluarkan Kemenristek dan Dikti.

“Menulis buku ajar itu sesungguhnya tidak sulit. Bahkan menulis seratus lembar (halaman-red) itu kecil. Pasalnya bahan dari buku ajar itu sebenarnya sudah ada. Satu kali tatap muka mengajar saja, sebagai contoh, bisa ditulis 15 hingga 20 lembar,” ujar Dr Ir Subandiyono M.App.Sc, salah seorang pengajar pada Workshop Penulisan Buku Ajar bagi Dosen di Lingkungan UBB, Senin (8/08/2016.

Worshop yang diikuti 35 dosen UBB ini, dibuka secara resmi oleh Rektor UBB diwakili Warek I Dr Ir Ismed Inonu MSi di Ruang Rapat Kecil Rektorat UBB, Kampus Terpadu Balunijuk, berlangsung sejak 8 hingga 10 Agustus.

Workshop penulisan buku ajar ini merupakan kelanjutan dari Program Mobilisasi Dosen Pakar/Ahli (PMDPA), diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) UBB dengan Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu (LP2MP) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Menurut Subandiyono, seorang dosen yang menyandang predikat sebagai ilmuan dan profesional , diwajibkan mentransformasikan ilmunya ke khalayak luas, termasuk kalangan mahasiswa. Transformasi ilmu atau kepakarannya itu dapat dilakukan melalui media buku ajar, buku teks, diktat, jurnal, modul dengan alat bantu visual, dan lain-lain.

“Pasal 12 UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi tegas menyebutkan bahwa dosen secara perorangan atau kelompok wajib menulis buku ajar, atau buku teks, yang diterbitkan oleh perguruan tinggi dan atau publikasi ilmiah sabagai salah satu sumber belajar,” terang Subandiyono.

Bahkan secara khusus dalam UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, lanjut Subandiyono, disebutkan dosen sebagai pendidikan profesional dan ilmuan, tugas utamanya mentransformasi, mengembangkan, menyebarluaskan iptek dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Keberadaan buku ajar dan teks itu bagi dosen itu sendiri penting untuk mendapatkan angka kredit untuk kenaikan jenjang kepangkatan atau jabatan akademik dosen bersangkutan,” ujar Subandiyono.

Ismed Inonu mengemukakan, UBB mendukung penuh segala upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi dosen, sebagaimana diamanatkan UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta visi, misi dan program UBB yang nantinya akan menjadi universitas riset, dikenal dan terkenal di dunia.

“UBB konsen dengan program buku ajar, bahkan akan memfasilitasi penuh seperti menerbitkannya. Bahkan bagi dosen yang sedang mempersiapkan buku ajar, dan atau buku teks, kita minta dekan mengeluarkan surat tugas, dan kepada dosen bersangkutan akan mendapat beban dua satuan kredit semester,” tegas Ismed Inonu.

Sementara itu, Ketua LP3M Eddy Nurtjahya menjelaskan dosen yang memiliki buku ajar, sesuai aturan Kemenristekdikti, akan mendapatan 20 poin bila ia mengurus jenjang jabatan akademik. LP3M sendiri akan memfasilitasi penerbitan buku ajar dimaksud.

“Bagi lima buku ajar terbaik, kami akan memfasilitasi penerbitannya. Tapi kalau 35 buku ajar yang dimuat oleh 35 peserta pelatihan, semuanya baik, kita akan cetak semua,” ujar Eddy Nurtjahya.

Animo dosen mengikuti workshop ini sangat tinggi, bahkan ada yang ikut mendaftar pada hari pertama pelatihan penulisan buku ajar ini.

Sejumlah materi yang diberikan cukup menarik minat peserta, seperti plagiarisme, teknik pengutipan dan prinsip pengembangan bahan ajar. Materi selain disajikan dalam bentuk diskusi, juga diwarnai dengan sejumlah ‘video’ hingga menghasilkan impresi yang tinggi pula dari peserta pelatihan (eddy jajang jaya atmaja)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan