DPUPRP Bangka Selatan Putus Kontrak PT Sehati

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM—Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pemutusan kontrak kerja PT Sehati, karena belum menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kesepakatan yang tertuang didalam kontrak.

Bacaan Lainnya

     Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Bangka Selatan Ansori , Kamis mengatakan sebagai pelaksana pembangunan lampu jalan sepanjang jalan Jendral Sudirman Toboali, PT Sehati belum merampungkan pekerjaan yang diberikan sepenuhnya dan diserah terimakan kepada pihak PUPRP Basel.

     ” Kami memutuskan hubungan kontrak dengan PT Sehati lantaran project pengerjaan lampu jalan tersebut belum rampung sepenuhnya dan mengalami kerusakan sebelum diserah terimakan kepada kami,” katanya.

     Selain memutuskan hubungan kontrak dengan PT Sehati, pihak dinas PUPRP Bangka Selatan juga belum sepenuhnya mencairkan sisa anggaran dari total Rp 2.900.000.000 tersebut.

     ” Karena masih ada yang rusak dan belum diserah terimakan ke kami (PUPRP-red), jadi belum kami cairkan semuanya. Paling baru sekitar 60 persen yang baru kami cairkan, atau sekitar Rp 900.000.000 yang belum dicairkan,” katanya.

     Menurut dia, pihaknya tidak bisa mencairkan sisa anggaran proyek pembangunan lampu jalan di sepanjang jalan jendral Sudirman kota Toboali Kabupaten Bangka Selatan.

     ” Sampai saat ini proyek pembangunan lampu jalan yang menelan biaya sebesar Rp 2.900.000.000 tersebut, belum sepenuhnya rampung.
Selain ituu, project tersebut belum diserah terimakan PT Sehati kepada pihak PUPRP Basel,” katanya.

     Ia mengatakan pihaknya akan melunasi sisa pengerjaan proyek tersebut apabila sudah ada keputusan hukum yang mengikat dan mewajibkan untuk mencairkan dana tersbut.

     ” Ya kalau memang belum selesai dan diserah terimakan kami belum berani bayar. Kecuali sudah ada proses abitrase artinya sudah ada perintah dan keputusan pengadilan yang mewajibkkan kami membayar itu,” katanya.

     Sementara itu tim kuasa hukum PT Sehati Rafikan Ilahi, membenarkan jika pengerjaan lampu jalan tersebut belum selesai sepenuhnya. Namun pihaknya mengklaim pekerjaan yang dilakukan kliennya telah mencapai 80 persen. Sementara anggaran yang dicairkan baru sekitar 60 persen.

      ” Kami selaku perwakilan pihak perusahaan kkemarin melakukan penagihan, karena belum sepenuhnya dicairkan. Sementara bunyi isi kontrak perjanjian tersebut bahwa berapa pun hasil pekerjaan itu harus dibayarkan. Sementara oleh hasil PPK pekerjaan tersebut sudah mencapai 80 persen, cuma baru dicairkan 60 persen,” katanya.(Red1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan