Dua Palaku Pembobol ATM Di Magetan Adalah Residivis

  • Whatsapp

MAGETAN — Dua pelaku pencurian ATM berserta isi saldo yang di tangkap oleh Unit Resmob Polres Magetan, pada Rabu 24/06/2020 lalu adalah Residivis dengan kasus yang sama.

“Jumadi dan Susnandar adalah Residivis kasus yang sama, kedua tersangka ini kita tangkap bersama seorang wanita bernama Dyah Rosita Fitriani usai melakukan melakukan aksi pencurian ATM dan isinya,”tutur Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama seizin Kapolres Magetan AKBP Fresto Ari Permana Jum’at (26/06/2020).

Dikatakan AKP Ryan, berdasarkan pengakuan dari ketiga pelaku pencurian ATM dan isinya ini, mereka sudah dua bulan melakukan aksinya, dan berhasil mebobol puluhan ATM yang berada di Tiga Provindi ya itu, Jatim, Jateng, serta DIY.

“Berdasarkan pengakuan dari para tersangka, mereka komplotan pencuri Spesialis ATM lintas Provinsi, terbukti selama dua bulan ini sudah puluhan ATM berbeda yang dibobol, dengan nominal berbeda-beda juga, seperti di Brebes – Bank Mandiri didepan pabrik, sebesar 1.300.000 Rupiah, Demak – Bank Cimb Niaga depan Alfamart sayung, Rp.1. 200.000, Jepara – Bank Cimb Niaga di SPBU Bangsri, Rp.800.000, Karanganyar – Bank BRI depan RSUD Rp.15.000.000, Spbu Palur Rp.14.000.000, Kendal – Bank Mandiri syariah SPBU Brangsong Rp.7.000.000, Klaten – Bank Cimb Niaga SPBU Candi Prambanan Rp.50.000, Magelang – Bank Mandiri di unit mitra mandiri Grabag,3.000.000, Pati – Bank Mandiri di depam Kodim, Rp10.000.000, Pekalongan – Bank Mandiri didepan SPBU kedung wuni, Rp.1.300.000, Pemalang – Bank BRI di SPBU Alun alun, Rp.1.000.000, Tegal – Bank Mandiri di SPBU Slawi, Rp.1.500.000,Solo – Bank BRI didepan Hotel Redchilles, Rp 2.700.000, Semarang – Bank BRI di unit Sampangan, Rp 900.000, Bank Mandiri di SPBU Genuk Rp.1.200.000, Bank Cimb Niaga di Kelurahan Alteri Sukarno Hatta, Rp.700.000, Bank Mandiri di SPBU Mangkang, Rp.10.000.000, Sleman – Bank Mandiri, di SPBU Jl.Utama Sleman- Jogja, Rp.17.000.000,” terangnya.

Lanjut AKP Ryan, bila di gabung dengan TKP lainnya bisa mencapai ratusan juta hasil kejahatannya, dan ratusan korban yang mengalami kerugian akibat ulah para pelaku ini.

“Banyak korban sebenarnya, tapi yang masuk Wilayah Hukum Magetan hanya itu, sedangkan bila digabung dengan TKP yang lain bisa sampai ratusan juta omset malingnya, kerana mereka beroperasi antar Provinsi, untuk menghindari kejadian ini terjadi kembali, saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada orang saat berada di ATM yang tiba – tiba rusak, lebih baik langsung laporkan kepada pihak Bank,” pungasnya. (*)


Reporter : Hari Yana || Editor : Romlan

Pos terkait