Dua Terdakwa Kasus Korupsi Auditoroum UBB Divonis Berbeda

  • Whatsapp

terdakwa-darusman-dan-ahmad-subandi

KABARBANGKA.COM — Perkara kasus tindak pidana korupsi pembangunan gedung Auditorium Universitas Bangka Belitung dengan terdakwa Darusman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek pembangunan Gedung Auditorium Universitas Bangka Belitung (UBB),Rabu (21/9/2016)memasuki babak akhir.

Bacaan Lainnya

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang yang diketuai hakim Setyanto Hermawan menyatakan terdakwa Darusman terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan menjatuhkan hukuman penjara selama 2,6 tahun.

“Menyatakan terdakwa Darusman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsider. Menjatuhkan pidana kepada Darusman selama 2,6 tahun dan denda sebesar Rp50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar dihukum selama empat bulan,” tegas majelis hakim pada persidangan yang digelar tadi malam.

Terkait putusan tersebut ,Darusman dan penasehat hukumnya menyatakan akan mempertimbangkan putusan yang dijatuhkan majelis hakim kepada dirinya.
“Kami akan pikir-pikir dulu Yang Mulia sesuai dengan waktu yang telah ditentukan selama 7 hari,” kata Darusman di depan majelis.

Hal yang sama juga disampaikan oleh JPU kalau pihaknya belum mengajukan kasasi terhadap putusan hakim kepada terdakwa itu. Melainkan akan melaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan.
“Kami sebagai jaksa masih pikir-pikir dulu dan melaporkan putusan ini kepada pimpinan.” ungkapnya.

Sebelumnya pada perkara yang sama,Ahmad Subandi terdakwa perkara korupsi proyek auditorium Universitas Bangka Belitung dari pihak kontraktor divonis dengan hukuman penjara selama 4 tahun. Selain itu terdakwa harus membayar denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan penjara.

Putusan tersebut dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor yang diketuai Setyanto Hermawan dan anggota Suryadi dan Kori, yang digelar Selasa(20/9/2016) malam.

Tidak cukup di situ Ahmad Subandi juga diharuskan membayar uang pengganti senilai Rp 4,9 Milyar. Bila tak dibayar diganti dengan kurungan badan 2 tahun penjara serta disita harta kekayaan milik terdakwa.

Terdakwa dijerat pidana pasal 3 jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan