ELFIN FAHLUZI, JADI TERSANGKA KASUS KORUPSI PENGADAAN ILS BANDARA DEPATI AMIR

  • Whatsapp

depati_amir

KABARBANGKA.COM — Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung ,Senin (14/11/2016) telah menetapkan Elfin Fahluzi sebagai tersangka dalam korupsi proyek instrument landing sistem (ILS) Bandar Udara Depati Amir, Bangka Tengah.

Bacaan Lainnya

Elfin Fahluzi selaku kuasa pengguna anggaran sekaligus pejabat PNS Dirjen Perhubungan, Kementrian Perhubungan ini diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan ILS Bandar Udara Depati Amir,Bangka Tengah.

“Sudah ada penetapan tersangka dari penyidik, EF yang bertindak sebagai KPA,” kata Aspidsus, Patris Yusrian Jaya kepada sejumlah wartawan,Senin(14/11/2016) siang.

Demi penyidikan yang sedang berlangsung Patris belum mau menjelaskan penetapan tersangka secara mendalam. Menurutnya penyidik sedang bekerja intensif.

“Jelas kasus ini sudah ada tersangka. Terkait peran apa dan bagaimana semua ada di penyidik, kita kabari itu dulu perkembanganya,” ucap Patris.

Menurutnya terkait dengan pengembangan penyidikan bukan tidak mungkin tersangka bisa bertambah. “Sementara ini masih satu orang,nanti bisa saja berkembang seiring dengan perkembangan penyidikan. Bisa saja tersangka nantinya bernyanyi maka semakin mempermudah penyidik mengembangkan kasus ini,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya Kejati Babel beberapa waktu lalu sempat melakukan penggeledahan di kantor satker kementerian perhubungan provinsi Babel dan mengamankan satu bundel dokumen terkait pengadaan ILS serta melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap beberapa orang yang ikut terlibat dalam proyek milik Kementrian Perhubungan RI senilai Rp 12 Milyar itu. Di antaranya selain Elfin Fahluzi ada juga pejabat pembuat komtimen Yusron dan sekretaris panitia lelang, Yuli Astuti. Proyek ini bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara tahun 2008. Adapun pelaksanaan proyek dilakukan oleh Satker kementrian perhubungan Provinsi Bangka Belitung.

Perkara kasus korupsi ILS ini sebelumnya sempat dilaporkan ke KPK oleh wakik gubernur Bangka Belitung.
Tahun 2015 Hidayat Arsani melaporkanya pada komisi pemberantasan korupsi. Hidayat mengungkapkan, laporan ini dilakukan setelah melakukan inspeksi mendadak di Bandara Depati Amir. Dalam sidak dirinya menemukan ILS atau bahasa lainya sistem pandu lepas landas pesawat tidak berfungsi sejak awal. Padahal anggaran dalam proyek tersebut sangat besar bersumber dari pajak rakyat.

Kepada wartawan nasional di gedung KPK saat itu Dayat juga mengaku khawatir dengan tidak berfungsinya ILS itu. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan penumpang pesawat saat hendak mendarat. Hal ini lantaran, selama ILS tidak berfungsi, pilot hanya menggunakan sistem manual untuk bisa mendarat atau menggunakan kemampuan jarak pandang penglihatan. “Ini sangat menyangkut dan mengancam keselamatan penumpang,” ungkapnya.

Tidak berfungisnya ILS merupakan tanggung jawab Kementerian Perhubungan yang membangun ILS dengan menggunakan anggaran dari APBN. Namun sebagai wakil Gubernur yang bertugas mengawasi pembangunan di Bangka Belitung, dirinya bertanggung jawab untuk melaporkan dugaan korupsi ke lembaga penegak hukum.

“Menteri Perhubunganlah yang bertanggungjawab, mungkin Menhub dan ada perusahaan-perusahaan lain. Tapi bagi saya sebagai pengawas pembangunan Babel, saya bertanggungjawab kepada rakyat saya,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan