Enam Ponton TI Rajuk Beroperasi di DAS Deniang

  • Whatsapp

BANGKA — Setidaknya enam unit ponton Tambang Inkonvensional jenis Rajuk yang diduga Ilegal, beroperasi di Aliran Sungai Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.

Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Gugus Panca, Ruswanda, menyatakan tempat beroperasinya TI Rajuk tersebut juga merupakan Kawasan Hutan Lindung, yang tidak boleh ada aktivitas penambangan atau pemanfaatan oleh masyarakat.

“Kita akan memberikan peringatan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas ilegal disini. Tapi kalau memang terus melakukan, kita akan melakukan tindakan hukum lebih lanjut,” ungkap Ruswanda pada Rabu (13/05/2020) saat melakukan Razia di Kawasan tersebut.

Ia mengatakan, jika penambang tersebut masih beroperasi dan tidak mau membongkar alatnya, maka akan melakukan tindakan hukum.

“Ini akan kita tindak lanjuti, kalau mereka (penambang-red) masih terus membantah kita tidak bisa berbuat lebih banyak selain secara hukum,” ujarnya.

Dikatakannya, setelah akan di berikan peringatan tapi masih beroperasi maka ia akan melakukan operasi gabungan oleh pihak-pihak terkait.

“Kalau memang setelah kita berikan peringatan hari ini masih tetap melakukan, maka langkah selanjutnya kita lakukan operasi gabungan dengan pihak Polsek dan pihak Koramil,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat yang beraktivitas di penambangan tersebut merupakan masyarakat dari wilayah matras bukan dari Desa Deniang.

“Masyarakat yang beraktivitas disini bukan masyarakat riau silip tapi dari wilayah matras sehingga mereka melakukan aktivitasnya dari seberang sungai,” kata Dia.

Sampai saat ini, Tim KPH Bubus Panca masih melakukan koordinasi kepada penambang tersebut karena belum mengetahui siapa pemilik dari TI Rajuk tersebut. (*)


Reporter : Sholihin
Editor : Romlan

Pos terkait