Fahrizan: “Aktivitas TI Apung Sungai Rangkui Berdampak Negatif”

  • Whatsapp

211120101257

KABARBANGKA.COM – Pangkalpinang

Bacaan Lainnya

Maraknya TI Apung yang diduga menambang secara ilegal disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Rangkui, Kota Pangkalpinang, belakangan ini banyak menuai kritikan di berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat sekitar yang terkena dampak langsung dari aktifitas penambang timah tersebut, hingga kalangan jurnalis dan aktifis.

Kritikan dan protes terhadap TI Apung tersebut disampaikan melalui Media Massa (Cetak/Online), juga di Media Sosial (Medsos) seperti Facebook.

Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Pangkalpinang, Fahrizan SE, juga menyatakan tidak setuju dengan aktifitas TI Apung di DAS Rangkui tersebut.

berkomentar kepada Kabarbangka.com, Jum’at (26/08) sekitar pukul 11.30 WIB.

“Saya tidak meyetujui dengan adanya aktivitas, tambang illegal diwilayah Pangkalpinang ini, apalagi TI Apung Sungai Rangkui. Semestinya pemerintah kita berserta instansi Penegak Hukum harus lebih berani mengambil sikap yang lebih tegas lagi. Tidak perlu bosan, dan terutama kepada Pemerintah Kota, jangan takut untuk mengambil sikap yang tegas”, ungkap Fahrizan kepada wartawan, Jum’at (26/08/2016) siang.

Dia menyarankan, kalau lah memang ingin diatur dan dikaji lagi mengenai lokasi pertambangan di Kota Pangkalpinang, maka Perda RT Nomor 01 Tahun 2012 Tentang Pertambangan perlu dikaji dan direvisi.

” Kota Pangkalpinang memang tidak memiliki Kawasan pertambang sesuai dengan Perda RT Nomor 01 Tahun 2012 Tentang Pertambangan. Pemerintah Kota harus segera secepatnya, duduk bersama untuk mencari solusi masalah ini, yang menurut saya, salah satunya caranya yakni mengusulkan revisi Perda saat ini. Membuat kawasan khusus pertambangan untuk rakyat, adakan suatu MoU dengan pihak ketiga 3. Silahkan hasil Timahnya dibawa, namun penataannya harus tertata cara penambangan yang baik. Dan apabila terjadi pengrusakan atau timbulnya dampak negatif, maka pihak ke 3 harus bertanggung jawab, itupun kalau diperlukan. Beda halnya dengan pertambangan di Kawasan Daerah Sungai Rangkui, kalau dibiarkan akan berdampak pada kepentingan hajat orang banyak”, paparnya memberi solusi kepada Pemkot Pangkalpinang dan pihak terkait.

Hal itu disampaikan Fahrizan, mengingat Kota Pangkalpinang pernah dilanda banjir yang cukup parah pada awal tahun 2016 ini. Saat itu, hampir seluruh wilayah Kota Pangkalpinang lumpuh total, termasuk aktifitas pemerintahan. Banyak pihak berpendapat, banjir tersebut disebabkan oleh dangkalnya aliran Sungai Rangkui, akibat aktifitas penambangan. Selain itu, masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan, menjadi penyebab utama banjir yang melanda Kota Pangkalpinang.

” Mengingat peristiwa Banjir beberapa bulan lalu, seperti yang sudah pernah kita alami bersama tahun ini. Pangkalpinang adalah merupakan kebanyakan terdapat kawasan daerah banjir. Sebab ketika masuknya musim hujan tiba, kita di Pangkalpinang selalu mendapatkan kiriman air dari Hulu. Nah kalau aliran Sungai Rangkui itu sudah dangkal, kemana air ini mau mengalir. Ini harus dipikirkan oleh Pemerintah dari dampak Negatifnya. Sementara Seluruh pemerintah kabupaten lainnya baik itu kota Pangkalpinang sendiri, lagi terfokus menangani tentang pekerjaan pendalaman saluran air Sungai di Pasar ikan. Jangan sampai Program ini akan sia-sia saja, sehingga terkesan menghamburkan uang Rakyat saja”, Kritiknya dipenghujung wawancara. (Rk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan