FENDI SH: “MASYARAKAT DESA REBO DIHARAPKAN DUKUNG PROGRAM KEK”

  • Whatsapp

img20161025162917 img20161025165210 img20161025165924 img20161025170058

KABARBANGKA.COM — Puluhan unit TI Rajuk menambang timah secara ilegal, disepanjang pesisir Pantai Wisata Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat. Padahal, Desa Rebo termasuk dalam rencana program pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Bacaan Lainnya

Pantauan wartawan dilapangan, Selasa (25/10/2016) petang, mulai dari Pantai Cemara Mang Kalok, hingga pantai Tanjung Ratu, terlihat dengan jelas tambang ilegal tersebut begitu leluasa menambang pasir timah, meski lokasinya termasuk di Kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) Bukit Rebo.

Apakah wacana program KEK Pariwisata itu akan terwujud? Bila aktivitas penambangan pasir timah masih terus berlangsung disekitar lokasi? Padahal, salah syarat Kawasan Ekonomi Khusus adalah, kawasan tersebut harus bersih dari kegiatan pertambangan.

Kades Rebo, Fendi SH, saat dikonfirmasi Tim Redaksi media ini, berharap agar masyarakat mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, yang sudah dicanangkan oleh Pemkab Bangka.

“Iya, kita harap agar masyarakat Desa Rebo mendukung wacana Pemkab Bangka, untuk menjadikan Desa Rebo sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Karena KEK itu, untuk rencana pembangunan jangka panjang” ungkap Fendi, Selasa (25/10/2016) malam.

Fendi menambahkan, dengan terpilihnya Desa Rebo sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, diharapkan dapat memperbaiki ekonomi masyarakat, dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dimasa mendatang.

“Harapan kami, kalau Desa Rebo masuk KEK Pariwisata, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan PADes juga. Karena ini rencana jangka panjang pemerintah yang didukung oleh semua pihak, termasuk masyarakat kami, Desa Rebo” tandasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan