Gembira Memaknai Hari Fitri

  • Whatsapp

Lantunan takbir, tasbih, tahmid, dan tahlil menggema di seantero jagad raya ini di hari yang fitri, 1 Syawal 1438 Hijriyah. Semarak di seluruh penjuru dunia, umat muslim merayakan hari kemenangan dengan penuh kegembiraan setelah menjalankan ibadah puasa ramadhan. Senyum di wajah bersinar bagaikan mutiara, indah dipandang sejuk di hati. Begitulah suasana umat muslim merayakan Idul Fitri.

Memaknai hari fitri (idul fitri) dalam menerjemahkannya ada dua makna, yakni:
1. Idul Fitri diterjemahkan dengan kembali kepada fitrah atau kesucian, karena telah ditempa dengan ibadah sebulan penuh di bulan ramadhan. Dan karenanya ia mendapatkan ampunan dan maghfirah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2. Idul Fitri diterjemahkan dengan hari raya berbuka, dimana setelah sebulan penuh ia berpuasa, menjalan ibadah puasa karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada hari Idul Fitri ia berbuka dan tidak berpuasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah. (dikutip dari abutour.com)

Bacaan Lainnya

Memaknai hari fitri dengan gembira adalah salah satu bukti semangat kebahagiaan di hati umat muslim yang masih membara dalam merayakan dan memeriahkan hari kemenangan, di hari raya berbuka setelah berpuasa ramadhan.

Kegembiraan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Hanya dapat dirasakan dengan hati dan dipandang sejuk oleh mata. Bertemu handai tolan, saling bertegur sapa, bersilaturahim kesemua saudara, saling bermaaf-maafan.

Dahulu sebelum melaksanakan salat ‘Id, terlebih dahulu Rasulullah membersihkan diri. Lalu beliau berdoa, “Ya Allah, sucikanlah hati kami sebagaimana Engkau sucikan badan kami, sucikanlah bathin kami sebagaimana Engkau telah menyucikan lahir kami, sucikanlah apa yang tersembunyi dari orang lain sebagaimana Engkau telah menyucikan apa yang tampak dari kami.”

Ada juga riwayat yang mengatakan, Rasulullah, setelah mandi, memakai parfum. Anas bin Malik berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan kita di dua hari raya mengenakan pakaian terbagus yang kita miliki, menggunakan parfum terbaik yang kita miliki, dan berqurban (bersedekah) dengan apa saja yang paling bernilai yang kita miliki.” (HR Al-Hakim, dan sanadnya baik).

Hal ini dilakukan oleh nabi karena semangat gembira ketika hadirnya hari raya. Tidak hanya dengan kata-kata, tetapi beliau mengekspresikannya dengan segala hal, mulai dari berpakaian, penampilan, wangi-wangian, saling berbagi hingga berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

Semoga hari raya idul fitri kali ini benar-benar memberikan berkah kepada kita semua untuk kebaikan dan amal ibadah selama sebulan ramadhan dan pasca ramadhan, hingga akhir hayat kita.

Ditulis oleh: Suryan
Ketua MD KAHMI Babar Dan Anggota Pemuda Muhammadiyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan