oleh

Gundukan Pasir di Muara Sudah Berkurang

* Lalu Lintas Perahu Lancar
* Yanto: Dari Dulu Kami Konsisten Keruk Alur Muara

BANGKA — PT Pulomas Sentosa tetap fokus dan konsisten mengerjakan pengerukan alur Muara Air Kantung, Sungailiat, yang menjadi sorotan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pantauan di Muara Air Kantung, Senin (23/11) petang, nampak alat berat jenis Eskavator, kapal CSD, Crane Burge, dan satu unit Tongkang, sedang bekerja melakukan pengerukan di alur muara.

Gundukan pasir di kanan dan kiri muara juga nampak sudah banyak berkurang. Lalu lintas keluar masuk perahu nelayan juga nampak lancar, meskipun kondisi air laut tidak sedang dalam pasang besar.

“Ini airnya (pasang) kecil. Perahu lewat tidak ada hambatan, lancar terus,” ungkap warga di muara Air Kantung, Senin.

Terpisah, Branch Office PT Pulomas Sentosa di Sungailiat, Yanto, mengatakan pihaknya tetap komitmen dan konsisten melakukan pekerjaan pengerukan alur muara Air Kantung.

“Dari dulu kami tetap konsisten melakukan pengerukan di alur muara,” ungkap Yanto, Senin malam.

Terkait sanksi administrasi dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yanto menyatakan pihaknya sudah menindaklanjutinya.

“(sanksi) Itu sudah kita tindaklanjuti. Tidak ada sanksi pun, tumpukan pasir di muara itu memang akan kami ambil semua. Hanya saja, kami kerja kan bertahap. Tapi pasti kami kerjakan. Sekarang aja tumpukan pasir di muara itu sudah banyak berkurang,” bebernya.

Lanjut Yanto, salah satu penyebab terjadinya penumpukan pasir itu, karena dangkalnya air laut di muara tersebut. Sehingga, Tongkang tidak bisa merapat untuk loading.

“Kondisi air laut depan muara itu kan dangkal, jadi Tongkang tidak bisa merapat, karena kandas. Kalau Tongkang tidak bisa merapat, pastinya kapal tidak bisa loading,” imbuhnya.

Yanto membenarkan, Tongkang yang saat ini ada di depan muara juga kondisinya kandas.

“Iya, Tongkang itu memang kandas. Itupun isinya belum full, paling baru 80 persennya. Karena kandas itu, Tongkangnya nggak bisa berangkat. Harusnya Tongkang itu sudah berangkat hari Sabtu (pekan) lalu,” kata dia.

Yanto kembali menegaskan, pengerukan alur muara tetap menjadi prioritas. Karena jika muara itu sampai dangkal dan menyempit, akan menghambat perahu nelayan keluar masuk muara. (Romlan)

News Feed