HAMPIR SEBULAN DPO, APRI DIBEKUK POLISI

  • Whatsapp

img-20160914-wa0003

KABARBANGKA.COM — Aprianto alias Apri (22), dibekuk polisi ketika sedang berada dikediaman keluarga istrinya, di Desa Pangkal Beras, Selasa (7/9/2016) sekira pukul 17.40 WIB.

Bacaan Lainnya

Dia dibekuk petugas, lantaran diduga sebagai pelaku pembegalan terhadap Rina (17), di Jalan Pangkal Beras – Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (18/08/2016) lalu.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah Barang Bukti yang diduga digunakan pelaku saat beraksi, diantaranya 1 Unit HP Samsung J1 Mini, 1 pucuk senjata tajam (Sajam), pakaian pelaku, 1 Unit motor Yamaha Force One.

” Pelaku ini adalah pelaku begal yang beraksi di jalan Pangkal Beras beberapa waktu lalu. Korbannya pelajar perempuan. Dari tangan pelaku anggota menyita sejumlah barang bukti, yang diduga kuat dipakai pelaku dalam aksinya,” ungkap Kapolres Babar AKBP Hendro Kusmayadi, didampingi Kasat Reskrim AKP M. Saleh, kepada sejumlah wartawan di Ruang STRATEGIC COMMUNICATION CENTRE POLRES BANGKA BARAT, Rabu (14/9/2016)

” Pelaku berhasil kami tangkap kurang lebih, selama tiga minggu setelah menerima laporan dari korban,” ungkapnya.

Awalnya Hendro mengaku pihaknya sempat kesulitan melacak dan mengendus keberadaan pelaku. Sebab dilokasi kejadian, tidak ada satu pun saksi yang melihat kejadian tersebut.

Namun pihaknya tak menyerah begitu saja. Dari hasil penyelidikan, polisi mendapati sejumlah petunjuk dan ciri-ciri yang mengarah kepada pelaku. Setelah ciri-ciri tersebut cocok dan mengarah kepada pelaku, polisi pun akhirnya melakukan penangkapan.

” Awalnya kami sempat kesulitan, karena tidak ada satupun saksi selain korban yang melihat kejadian itu. Tapi alhamdulillah dari hasil penyelidikan, bukti-bukti dan saksi-saksi yang kita cocokkan ternyata mengarah kepada pelaku hingga anggota pun langsung melakukan penangkapan,” jelas Hendro.

Saat ini, pelaku berikut berang bukti telah diamankan di Mapolres Babat guna penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku diganjar pasal 365 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.

Sementara Apri (pelaku), hanya bisa menyesali perbuatannya. Dengan alasan kesulitan ekonomi, dirinya nekat melakukan aksi pembegalan terhadap siswi SMA tersebut.

” Terpaksa begini karena desakan ekonomi. Belum lagi hasil menjadi buruh tani tak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari,” sesal Apri. (Red / Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan