HET Beras Masih Belum Sesuai Patokan

  • Whatsapp
Ilustrasi Beras

KABARBANGKA.COM — Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras sejak 1 September 2017 lalu.

Namun, hingga kini masih banyak pedagang di berbagai daerah yang menetapkan harga jual yang lebih tinggi.

Bacaan Lainnya

Sistem pemantauan pasar kebutuhan pokok, Kementerian Perdagangan mencatat, harga rata-rata beras medium di DKI Jakarta hari ini mencapai Rp 11.010 per kilogram. Sementara di Palembang harganya Rp 10.500 per kilogram.

Padahal, HET beras medium yang ditetapkan untuk wilayah Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan adalah Rp 9.450 per kilogram.

Di kota lain seperti Ambon dan Jayapura, rerata harga beras mediumnya masing-masing Rp 12.000 dan Rp 14.000 per kilogram. Padahal, HET beras untuk Pulau Maluku dan papua sebesar Rp 10.250.

Di kedua wilayah di Indonesia Timur ini, harga beras medium di pasaran bahkan lebih tinggi ketimbang HET beras premium yang ditetapkan, yakni Rp 13.600 per kilogram.

Disaat yang sama, untuk di Provinsi Bangka Belitung sendiri, HET resmi yang berlaku berdasarkan acuan dari Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 tentang Harga Acuan Penjualan di konsumen, adalah Rp9.500/kg.

Dan untuk wilayah Babel, sebesar Rp9.990/kg untuk beras kualitas premium dan medium. Dimana sebelumnya dalam Permendag Nomor 47/M-DAG/PER/7/2017, telah ditetapkan sebesar Rp9.000/kg.

Salah satu pedagang kelontong di Kota Pangkalpinang, yang dihubungi media ini, Reza (43 tahun) menyatakan, bahwa Harga Eceran Tertinggi Beras tidaklah selalu sama harganya dengan yang dipatok oleh Pemerintah.

” Untuk beras kualitas medium, harga jualnya Rp. 10.000,-/ Kilogramnya. Sementara untuk kualitas Premium, bisa mencapai Rp. 12. 000,-/ Kilogramnya,” ucapnya, Kamis sore, 07/09/2017. (LH)

 

source: katadata

Pos terkait

Tinggalkan Balasan