ICDX Bakal Dibubarkan?

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Keberadaan Indonesia Commodity And Derivatives Exchange Indonesia Commodity & Derivatives Exchange atau lazimnya disingkat ICDX, kembali menjadi sorotan publik. Bahkan, baru-baru ini muncul wacana dan usulan agar lembaga bursa yang beralamat di Jl. Letjen. S. Parman Kav. 73 Suite A tersebut dibubarkan.

Bacaan Lainnya

Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan, saat dikonfirmasi kabarbangka.com tak menampik adanya wacana pembubaran ICDX tersebut.

“Akan kita minta pertimbangan pemerintah pusat, untuk tidak lagi memakai ICDX”, ungkapnya via Aplikasi WhatsApp Massengger, Senin (05/06/2017) malam.

Informasi tentang ICDX sangat mudah dicari di internet. ICDX merupakan kependekan dari Indonesia Commodity and Derivatives Exchange dan kadang disebut juga sebagai Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI). Mirip dengan JFX, ICDX juga memiliki posisi sebagai bursa tempat transaksi perdagangan berjangka diselenggarakan. Dalam hal ini, penjamin kliring yang menjamin kualitas dan jumlah sesuai kontrak di ICDX adalah PT Identrust Security International yang kini telah berganti nama menjadi Indonesia Clearing House.

Layaknya bursa, transaksi di ICDX bisa dilakukan untuk tujuan lindung nilai (hedging) maupun semata guna mendapatkan keuntungan margin dan investasi. Aktivitas jual-beli di ICDX dapat digolongkan dalam sistem transaksi multilateral yang terjadi antar banyak pihak dengan pihak-pihak lainnya (many to many). Dengan demikian, setiap orang yang menjual ataupun membeli di dalam bursa ICDX tidak mengetahui siapa pasangan transaksi-nya. Apalagi, transaksi di ICDX dapat dilakukan sepenuhnya secara elektronik, melalui platform berteknologi canggih yang telah disediakan, yaitu J-Trader.

ICDX didirikan sebagai badan hukum pada tahun 2007 dengan dukungan sekitar 11 perusahaan promotor yang tidak terafiliasi. Selanjutnya, sebagai pelengkap infrastruktur, ICDX mendirikan PT Identrust yang 100 persen sahamnya dimiliki ICDX. Namun, baru pada tahun 2009 Bappebti memberikan izin usaha bagi ICDX dan PT Identrust (pada Juli 2015, PT Identrust berubah nama jadi Indonesia Clearing House). Pada 10 Desember 2009, ICDX mengadakan soft launching berupa berdagangan perdana kontrak berjangka komoditi emas di Gedung ICDX.

Kini, ICDX menyediakan tempat bertransaksi untuk setidaknya empat kelompok produk, yakni:
1. Agri, meliputi Crude Palm Oil (CPO) dan Olein.
2. Currency, mencakup pair-pair mata uang yang biasa diperdagangkan di pasar forex.
3. Metal, termasuk Emas dan Timah
4. FBOT (Foreign Future Market), meliputi kontrak-kontrak komoditas berjangka Agri, Logam, dan Energi yang banyak diperdagangkan secara global, termasuk perak, platinum, minyak mentah, jagung, kopi, dan lain-lain.

Standar produk-produk tersebut sesuai dengan standar internasional. Untuk emas, misalnya, harus sudah diuji mutu dan disertifikasi oleh PT ANTAM sebagai satu-satunya pemberi sertifikasi di Indonesia yang diakui oleh London Bullion Market Association (LBMA). Selain itu, bagi produk-produk FBOT, ICDX telah bekerja sama dengan 3 bursa asing yaitu Chicago Board of Trade (CBOT), New York Board of Trade (NYBOT) dan New York Mercantile Exchange (NYMEX).

Dengan ini, ICDX memberikan opsi lain bagi broker dalam memfasilitasi nasabah yang ingin bertrading komoditas atau forex, selain di JFX. Broker di Indonesia sendiri bisa memilih untuk menjadi anggota JFX, ICDX, atau keduanya sekaligus. Diantara broker-broker anggota ICDX adalah PT Asia Trade Point Futures, PT MOnex Investindo Futures, PT Inter Pan Pasifik Futures, PT Millenium Penata Futures, PT Topgrowth Futures, dan lain-lain. (Net)

Penulis: Romlan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan