INI PENJELASAN DIREKTUR RSUD PROVINSI BABEL, ATAS PERMOHONAN SENGKETA INFORMASI

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Direktur RSUD Provinsi Babel, Dr. Lucia Silalahi, MARS, hadir sebagai pihak Termohon dalam sidang perkara Sengketa Informasi, yang diajukan oleh Romli, warga Sungailiat, Rabu (08/03/2017) siang. Sidang digelar di Kantor Komisi Informasi (KI) Babel, Lantai 3 Kantor Gubernur Babel.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Romli (Pemohon) mengajukan Permohonan Data dan Informasi berupa Hardcopi Dokumen Pengadaan, Spesifikasi Teknik dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Kegiatan Pengadaan Alat-alat Kesehatan RSUD Provinsi Babel, dengan Pagu Dana Rp 4,1 miliyar melalui APBD Provinsi Babel Tahun Angaran 2015, yang kabarnya dilaksanakan oleh PT Naura Permata Nusantara, dan Pengadaan Barang (Obat-obatan Non Katalog) dengan Pagu Dana Rp 1 miliyar, yang bersumber dari APBD Provinsi Babel Tahun Anggaran 2016

Saat diberikan kesempatan bicara, Direktur RSUD Provinsi Babel Dr. Lucia Silalahi, MARS selaku pihak Temohon, memberikan tanggapan melalui Erwanto, Humasnya sebagai juru bicara. Erwanto mengklarifikasi, bahwa pihaknya tidak bermaksud untuk tidak menanggapi Pernohonan Informasi yang diajukan oleh Pemohon, dengan alasan mereka masih menunggu jawaban resmi dari atasan langsung Sekda Babel, dan saran pendapat dari SPKD terkait di Pemprov Babel, seperti Biro Hukum dan Inspektorat Pemprov Babel.

Alasan lain, pihaknya menunggu Pemohon mendatangi kembali ke RSUD Provinsi Babel, untuk mengisi Formulir Permohonan Informasi yang disediakan oleh PPID Pelaksana RSUD Provinsi Babel, dan menyampaikan bahwa kegiatan pengadaan APBD tahun 2015 dan tahun 2016 dibatalkan pelaksanannya.

“Kami menunggu Pemohon mendatangi ketempat kami untuk mengisi Formulir Permohonan Informasi yang telah kami siapkan, namun tiba-tiba kami mendapat Surat Panggilan Sidang. Perlu kami sampaikan kepada Hakim Ketua, kegiatan Pegadaan Alat Kesehatan Tahun 2015 dan Obat-obatan Tahun 2016 itu pelaksanannya dibatalkan, dan untuk dokumen yang diminta berada dipihak ULP” urai Erwanto yang duduk persis disamping dr. Lucia.

Dalam pandangan Hakim Ketua, Ahmad SH, permasalah ini tidak sangat krusial, menawarkan kepada Pemohon dan Termohon penyelesaiannya melalui Mediasi.

Sebelum palu diketok 3 kali oleh Hakim Ketua yang menyatakan sidang ditutup, para pihak Pemohon dan Termohon menyetujui Mediasi dilaksanakan pada hari Kamis (09/03/2017) sekira pukul 10.00 WIB pagi, bertempat di Kantor KI Babel, Lantai 3 Kantor Gubernur Babel, dengan Mediator Subardi S.Pd dan Co. Mediator Junaidi Abdilah MH. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan