INI PUNGUTAN YANG DIKENAKAN KEPADA PENAMBANG

  • Whatsapp

img_20160925_162020

KABARBANGKA.COM — Banyaknya pungutan tidak jelas yang dikenakan kepada penambang timah yang mengunkan TI Rajuk dipinggir Pantai Dusun Tanjung Ratu, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, mendapat perhatian serius dari Muhammad Fauzi SIP, Anggota Komisi C DPRD Bangka, asal Partai Persatuan Pembangunan.

Bacaan Lainnya

“Informasi yang kami terima dari masyarakat, banyak sekali pungutan tidak jelas yang dikenakan kepada penambang di Tanjung Ratu itu. Ada uang masuk, ada iuran mingguan, belum lagi ada cantingan. Yang kasian para penambangnya, terlalu banyak pungutan,” ungkap Fauzi kepada wartawan di Ruang Komisi C DPRD Bangka, Sabtu (24/09/2016) siang.

Ditambahkannya, pungutan berupa cantingan timah yang dikenakan kepada para penambang, mencapai 5 cantingan.

“Informasinya, pungutan cantingan itu sampai ada 5 canting. Ada untuk panitia, ada untuk pembangunan mesjid, dan termasuk untuk koordinasi,” terangnya.

Ketika disinggung, adakah kemungkinan oknum tertentu yang memanfaatkan ilegalnya TI Rajuk di Tanjung Ratu itu, untuk mengambil keuntungan pribadi?

“Pasti ada, karena TI Rajuk itu kan ilegal, pasti mereka ada koordinasi. Logikanya, masyarakat tidak akan berani nambang disitu, kalau tidak ada oknum yang menjadi becking? Dan pastinya, si oknum itu dapat jatah koordinasi,” katanya. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan