Ini RPJMN Kemenhub Soal Perkeretaapian Nasional

  • Whatsapp


KABARBANGKA.COM — Jaringan perkeretaapian nasional pada tahun 2030 nanti, rencananya akan dibangun sepanjang 12.100 km (Pulau Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua) termasuk jaringan kereta api perkotaan sepanjang 3.800 km.

Kemudian, menurut rilis yang diterima redaksi siang ini, Senin, 04/09/2017, sarana angkutan penumpang dengan jumlah lokomotif 2.805 unit, kereta api penumpang sebanyak 27.960 unit.

Bacaan Lainnya

Sarana angkutan barang dengan jumlah lokomotif 1.995 unit dan gerbong 39.655 unit. Dan beroperasinya Argo Cahaya (High Speed Train/ HST) di Pulau Jawa.

Patut diakui, Kereta Api dirasakan masih sebagai tulang punggung Transportasi Angkutan Barang di Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dengan slogan, Terintegrasi, Aman, Selamat, Nyaman, Pelayanan Yang Handal dan Terjangkau.

Maka diharapkan, untuk jumlah barang yang diangkut KA menjadi 1,5 juta TEUs/Tahun, pangsa muatan angkutan KA minimal 5 % (barang ) dan 7,5 % (penumpang )

Adapun untuk target yang masih diemban oleh Kemnhub RI ialah, Pembangunan jalur KA sepanjang 3.258 km pada lintas Sumatera, Lintas Selatan Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Meningkatnya SDM transportasi yang bersertifikat menjadi 2 kali lipat dibandingan kondisi baseline.

Kemudian, dapat dimanfaatkannya hasil industri transportasi Nasional, dalam rangka pemberdayaan hasil industri transportasi dalam negeri diantaranya fasilitas dan sarana perkeretaapian nasional.

Lebih lanjut lagi,dikatakan soal target tadi ialah, menurunnya rasio angka kecelakaan kereta api menjadi kurang dari 0,25 persen.

Target selanjutnya adalah, tersedianya infrastruktur yang ramah lingkungan dan responsif terhadap perubahan iklim dengan menurunkan tingkat emisi sesuai RAN-GRK di sektor transportasi dan energi sebesar 4,95 % (usaha sendiri) atau 9,66 % (dengan bantuan asing) dari BAU hingga Th 2020.

Juga terselenggaranya integrasi pelayanan transportasi perintis di wilayah perdalaman, perbatasan, dan pulau terluar.

Disambung dengan, pembangunan akses KA ke bandara (Soekarno-Hatta, Minangkabau, Kualanamu, Juanda, Kertajati, Kulon Progo) dan Pelabuhan (Kuala Tanjung, Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas, dan Penyeberangan Merak-Bakauheni).

Dan terakhir, pembangunan KA Kalimantan dan Sulawesi serta penyelesaian jalur kereta api lintas Sumatera, serta peningkatan kapasitas jalur eksisting menjadi jalur ganda di Sumatera dan lintas selatan Jawa, dan Optimalisasi dan integrasi penyelenggaran subsidi angkutan perintis.

 

( Prof.Soegijapranata )
Peneliti Lab. Transportasi dan Akademisi jur. Teknik Sipil Unika

 

 

editor: LH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan