Ini Yang Menghabiskan Karang

  • Whatsapp
Perahu Trowl yang beraktivitas di perairan laut Kubu, Toboali, Bangka Selatan, Sabtu (26/9). (Foto: Romlan)

BANGKA SELATAN — Perahu besar itu berjalan lambat, meski mesinnya tergolong besar dan kuat, yaitu mesin mobil.

Bukan tanpa sebab perahu itu berjalan lambat, karena ada sesuatu yang berat yang ditariknya dibelakang. Trowl!

“Itu perahu trowl, ini yang menghabiskan karang. Hancur semua karang kalau kena tarikan trowl itu,” celetuk Amir, nelayan asal Toboali, Bangka Selatan, Sabtu (26/9) pagi kemarin.

Dikatakan Amir, sebelum Trowl marak, dulunya banyak terumbu karang yang tersebar di perairan laut Toboali. Nelayan, terutama nelayan pancing, tidaklah terlalu sulit mencari ikan.

Bacaan Lainnya

“Sekarang sejak banyak Trowl, nelayan pancing sudah susah nyari ikan, karang banyak yang hancur kena tarikan perahu Trowl itu.  Kalau dulu, mancing dari pinggir pun bisa dapat ikan karang. Sekarang, mancing ditengah pun susah dapat ikan bagus, ikan super, karena karangnya sudah banyak yang hancur,” bebernya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Namun dari regulasi yang berlaku, trowl atau biasa disebut pukat harimau jenis apapun, dilarang digunakan di perairan Indonesia. (Romlan)

Pos terkait