Inzaghi asal Babel Raih Nominasi Dokter Hewan Cilik Nasional

  • Whatsapp

img-20160926-wa0011 img-20160926-wa0014

KABARBANGKA.COM — Muhammad Inzaghi Rizqullah, siswa kelas V SD Negeri 12 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dipastikan menjadi satu dari lima nominator Dokter Hewan Cilik tingkat nasional.

Bacaan Lainnya

“Dari provinsi-provinsi yang ikut, Bangka Belitung masuk dalam lima terbaik nasional Dokter Hewan Cilik atas nama Muhammad Inzaghi Rizqullah,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Babel Toni Batubara saat menerima kehadiran Muhammad Inzaghi Rizqullah didampingi Kepala SDN 12 Pangkalpinang Rofida dan orangtua Inzaghi yakni Sri Rezeki, di ruang kerjanya di Pangkalpinang, Senin (26/09/2016).

Keberhasilan Muhammad Inzaghi Rizqullah setelah videonya dinilai layak serta memenuhi kriteria panitia Lomba Dokter Hewan Cilik Nasional (DHCN) yang diselenggarakan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Dari 29 video yang dikirim peserta, panitia menetapkan lima nama dokter hewan cilik nasional, yakni Veronica Wenur dari Provinsi Sulawesi Utara, Sri Mulya (Sulawesi Tenggara), Luna (Jawa Tengah), Elvira Putri Nugraha (Kalimantan Barat) dan Muhammad Inzaghi Rizqullah (Kepulauan Bangka Belitung).

Dari Babel, lomba ini diikuti siswa dari dua sekolah masing-masing SD Theresia I Pangkalpinang dan SDN 12 Pangkalpinang. Siswa yang berhak mengikuti lomba yaitu sekolah yang telah mendapatkan sosialisasi KIE Zoonosis.

Dalam video kreatif itu, terlihat Inzaghi memperkenalkan diri sebagai dokter hewan cilik. Ia menjelaskan pengetahuan dasar tentang zoonosis, rabies, serta berbagai hal yang dilakukan selama menjadi dokter hewan cilik. Selanjutnya Inzaghi juga mengucapkan janji dokter hewan cilik.

Video itulah yang mengantarkan dirinya menjadi nominator Dokter Hewan Cilik Nasional dan diundang hadir pada Peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) tingkat nasional di Pontianak, Kalimantan Barat pada 28 September 2016.

“Inzaghi dan pendampingnya akan berangkat besok (Selasa, 27/09/2016) dengan penerbangan pertama dari (Bandara) Depati Amir,” tambah Toni dan menambahkan bahwa Pemprov Babel akan memberikan bantuan fasilitasi kepada orangtua dan komite sekolah yang mendampingi Inzaghi selama di Pontianak.

Di depan Kepala Distanbunak Babel dan Kepala Bagian Humas Protokol Pemprov Babel Muhammad Ali SIP LLM, Inzaghi diminta mempraktekkan kembali mengenai pengetahuan dasar tentang zoonosis, rabies, serta berbagai hal yang dilakukan selama menjadi dokter hewan cilik.

Toni menyebutkan, prestasi yang diraih Inzaghi akan memotivasi anak-anak di Babel untuk mencintai binatang sekaligus dapat mewaspadai penyakit rabies.

Peringatan Hari Rabies Sedunia tingkat nasional yang diprakarsai Kementerian Kesehatan dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian itu, bertujuan meningkatkan kesadaran, pengendalian dan pencegahan terhadap zoonosis atau penyakit rabies.

“Rabies merupakan penyakit hewan yang dapat menyebabkan kematian, dan menular ke manusia, umumnya ditularkan oleh hewan anjing, kucing, kera, atau kelelawar,” papar Toni didampingi Kabid Peternakan Rusdam Ali, Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner dr Judnaidi dan Medik Veteriner dr Corey.

Kurun empat tahun terakhir, Babel telah dinyatakan bebas rabies. Akan tetapi Toni mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya rabies. Salah satu upayanya adalah melalui pengukuhan dokter hewan ciliki kepada anak-anak di Sekolah Dasar. Saat ini Bangka Belitung memiliki sebanyak 80 dokter hewan cilik. Jumlah tersebut akan bertambah hingga 160 orang pada tahun 2017 mendatang. (Lulus/HumasPRO BABEL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan