Istighosah dan Tabligh Akbar di ATM, Doakan Indonesia dan Babel Aman Dari Disintegrasi Bangsa

  • Whatsapp

_dsc1249 _dsc1281

KABARBANGKA.COM — Istighosah dan Tabligh akbar yang diprakarsai oleh Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung dihadiri oleh ribuan masyarakat membaur bersama anggota TNI/Polri di Alun -Alun Taman Merdeka (ATM), Pangkalpinang, Kamis (01/12)

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu Plt Gubernur Kepulauan Bangka Belitung diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Ir H. Syahrudin MSi turut hadir bersama Forkopimda Babel dan para ulama.

Sambutan Plt Gubernur yang dibacakan H. Syahrudin, menegaskan perbedaan bukan menjadi penghalang masyarakat untuk bekerja dan bersatu, tapi menjadi suatu kekuatan yang besar dalam pembangunan.

Dijelaskan Syahrudin, Akhir – akhir ini ada pihak tertentu yang ingin mencoba memecah belah Bangsa Indonesia melalui perbedaan dan keanekaragaman yang ada di masyarakatnya.

“Kita ketahui bersama bahwa ada pihak yang tidak menginginkan Bangsa Indonesia itu bersatu dan hendak memecah belahnya sehingga mudah bagi mereka untuk menguasai Indonesia,”terangnya.

Namun hal itu, menurut Syahrudin sudah dketahui oleh para pemimpin, sehingga dapat diantisipasi sehingga tidak timbul kegelisahan di masyarakat.

Menghakhiri sambutannya, Syahrudin mengajak seluruh komponen masyarakat untuk saling menjaga, homat menghormati perbedaan dan keanekaragaman yang tumbuh di masyarakat Babel dengan sebaik – baiknya.

Syahrudin juga tidak lupa mengajak bersama – sama berdoa kepada Allah SWT agar Indonesia dan Bangka Belitung aman dan damai serta diberi pelindungan dari marabahaya dan perpecahan.

Pantauan di lapangan, masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini, hal ini tampak dari tenda yang disediakan penuh dengan para peserta Istighosah dan Tabligh akbar dengan tausiyah yang disampaikan Ustadz Wijayanto.

Sementara itu dalam tausiyahnya, Ustadz Wijayanto mengajak masyarakat untuk saling menjaga keberagaman dalam perbedaan yang ada, sehingga tercipta kerukunan beragama di masyarakat terutama di Bangka Belitung.

“Hidup menjadi indah dan berkah, negara ini akan menjadi berkah karena kebersamaan dan saya harap juga di Bangka Belitung,” jelas Ustadz Wijayanto.

Dikesempatan lain, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol. Drs Anton Wahono Sudarminto kepada sejumlah awak media mengatakan kegiatan istighosah ini merupakan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya dan memberikan pencerahan buat masyarakat.

“Istighosah ini murni agenda Polda untuk keagamaan dan tujuannya menunjukan bahwa Islam itu agama yg santun, toleransi, bukan agama keras yang dianggap sebagian orang yang belum mengerti” jelas Anton Wahono.

Terkait dengan aksi damai doa bersama yang telah direncanakan sejumlah organisasi massa tanggal 2 Desember 2016 yang dilakukan di Jakarta, sebut Anton Wahono, belum ada yang mengajukan untuk kegiatan serupa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Belum ada organisasi yang mengajukannya, “ jelasanya.

Ada hal yang menarik dalam kegiatan ini, disela – sela tausiyahnya Ustadz Wijayanto mengajak semua peserta untuk sejenak saling memijat dengan membelakangi satu sama lain secara bergantian, hal ini menurutnya dilakukan agar semua yang hadir dapat menikmati suasana penuh kebersamaan ini dengan rileks, tidak terlalu tegang. (Sentosa/humasprobabel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan