Jamro Akui Terima Uang Dari Franseda

  • Whatsapp

Maju Purba SH

KABARBANGKA.COM – Mantan Bupati Bangka Selatan H. Jamro Bin H Jalil (terdakwa) kembali dihadirkan di Ruang Garuda Gedung Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang, sebagai terdakwa perkara kasus gratifikasi pengadaan ALKES RSUD Bangka Selatan (basel) dengan agenda sidang pemeriksaan terdakwa yang dipimpin oleh majelis hakim, Setyanto Hermawan SH MHum.

Bacaan Lainnya

“Hari ini sidang pemeriksaan terdakwa Jamro bin Jalil dalam perkara kasus grstifikasi pengadaan alkes RDUD Basel dengan hakim ketuanya Setyanto Hermawan SH Mhum,” kata humas PN Pangkalpinang, Maju Purba SH MH diruang kerjanya, Rabu (31/08/2016) siang.

Purba menjelaskan, H.Jamro bin H. Jalil sebelumnya didakwa dengan dakwaan alternatif.

“Yang pertama melanggar pasal 12 huruf a undang-undang tipikor no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan yang kedua melanggar pasal 12 huruf b UU no.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi atau ketiga pasal 11 dengan undang-undang yang sama,” ungkap Hakim teladan PN Pangkalpinang ini.

Lantaran H.Jamro selaku terdakwa tidak menghadirkan saksi yang meringankan dirinya sehingga pada sidang ini agendanya pemeriksaan terdakwa.

“Sidang kali ini agendanya pemeriksaan terdakwa dikarenakan H.Jamro tidak mengajukan saksi yang meringankan,”tukas Purba.

Sedangkan ancamannya, berdasarkan Undang-undang tipikor pasal 12 adalah,

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah):

a. pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya;

b. pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Dari pantauan dipersidangan,H. Jamro berpakaian baju koko putih dengan peci hitam sesekali tertunduk seraya menjawab satu demi satu pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU) terkait soal dana Rp 600 juta yang diberikan oleh Franseda kepadanya.

“Uang itu waktu itu berada dalam plastik dan ditaruh di dalam tas?,” tanya JPU itu lagi.

Jamro terlihat hanya diam sesaat kemudian dia menjawab singkat.

“Iya saya terima uang itu di dalam tas,” aku Jamro di hadapan JPU dan majelis hakim.

Lantas, JPU pun menanyakan kepada Jamro apakah setelah menerima sejumlah uang pemberian dari Dr Franseda yang saat itu masih menjabat selaku direktur RSUD Basel selanjutnya dilaporkan ke pihak berwajib atau penegak hukum.

“Tidak!,” jawab Jamro dengan nada suara agak pelan.

Usai meminta keterangan dan memeriksa Jamro selaku terdakwa perkara kasus Gratifikasi alkes RSUD Basel, majelis hakim menutup sidang, dan mengagendakan sidang lanjutan perkara kasus gratifikasi ini pada Rabu(7/9/2016)pekan depan.

Usai sidang perkara kasus gratifikasi proyek pengadaan alat-alat (alkes) RSUD Basel , Jamro selanjutnya keluar dari ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang terlihat tanpa menggunakan rompi ‘khusus’ atau rompi tahanan dan langsung digiring
oleh petugas kejaksaan keluar menuju mobil operasional dinas kejaksaan guna dibawa kembali ke lapas Tuatunu Pangkalpinang.

Seperti diketahui, Dr Franseda terpidana perkara kasus korupsi pengadaan Alkes RSUD Basel tahun anggaran 2013 senilai 11 Milyar yang masih menjalani masa tahanan di lapas Tuatunu Pangkalpinang dalam kesaksiannya di persidangan sebelumnya sempat ‘buka-bukaan’ di hadapan majelis hakim terkait proses atau kronologis ketika ia menyerahkan uang tunai senilai Rp 600 juta itu kepada mantan bupati Basel itu (H.Jamro H Jalil) dengan uang pecahan seratus ribu dicampur dengan uang kertas dolar Singapura. (Red / Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan