Jasad Suryanto Ditemukan Telungkup Dibawah Jembatan

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Jasad Suryanto (20) warga Dusun Petar, Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, ditemukan telungkup dibawah jembatan Dusun Petar, Jum’at (08/07/2017) sekira pukul 01.30 WIB tengah malam.

Supriyanto diduga terjatuh kedasar jembatan, dalam kondisi mabuk. Bagian mukanya yang terendam air, sehingga membuatnya tidak bisa bernafas.

Bacaan Lainnya

Saat melintas dijembatan tersebut,  Heri (teman korban), saksi yang pertama menemukan jasad Supriyanto, mengaku melihat sepeda motor dan sandal korban berada di jembatan, namun Supriyanto tidak terlihat. Heri kemudian mencari korban menggunakan senter HP, dan melihat korban di bawah jembatan. Karena takut, Heri langsung menemui Ketua RT dan menemui ayah korban.

Selanjutnya, keluarga korban dan warga mendatangi jembatan tempat jasad Supriyanto ditemukan dalam kondisi telungkup tak bernyawa. Ayah korban dan beberapa warga langsung turun ke bawah jembatan, dan mengevakuasi korban, dan jasadnya langsung dibawa pulang.

Anggota Polsek Jebus yang mendapat informasi penemuan mayat tersebut, langsung mendatangi TKP sekira pukul 07.00 WIB pagi. Dari keterangan ayah korban, bahwa jenazah korban benar ditemukan dibawah jembatan dengan posisi telungkup, dan bagian wajahnya terendam air dengan kedalaman air setinggi mata kaki. Sementara ketinggian jembatan dengan dasar sekira 7 meter.

Anggota Polsek Jebus mendatangi rumah korban dan untuk dilakukan verivikasi di RS. Penyebab kematian Supriyanto masih belum bisa dipastikan, apakah karena sakit atau sebab lainnya? Karena dari hasil verivikasi dr. Masni, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Anggota Polsek Jebus juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit HP, 1 unit motor Yamaha Jupiter, dan pakaian yang dikenakan korban, mengambil sidik jari dan Dokumentasi.

Kapolsek Jebus Kompol Alam Bawono, seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi, membenarkan kejadian tersebut.

Menurut KOMPOL Alam Bawono, berdasarkan keterangan dari orang tuanya, korban hampir setiap malam keluar dan sering ditemukan warga tidur dipinggir jalan dalam kondisi mabuk, sehingga orang tuanya sudah terbiasa jika korban sampai larut malam tidak pulang.

“Korban diduga dalam kondisi mabuk dan terjatuh kedalam aliran sungai dalam posisi telungkup, dengan posisi wajah terendam air, sehingga tidak bisa bernafas” terangnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan