Jeritan Hati Wanita Penghibur Dalam ‘Jebakan’ Hutang

  • Whatsapp
Gambar ilustrasi

Oleh: Hari Yana

Desakan ekonomi dan dijanjikan bekerja dengan iming-iming gaji besar, membuat Dinda (nama samaran), tertarik mengadu nasib di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Bacaan Lainnya

Janda muda asal Jawa Barat ini, tergiur bujuk rayu orang yang datang menawarkan pekerjaan, yang belakangan baru diketahuinya ternyata seorang mucikari. Dinda dijanjikan pekerjaan sebagai pelayan di cafe.

Segala sesuatu keperluan sebelum berangkat ditanggung oleh sang mucikari, mulai dari tiket pesawat, juga sejumlah uang yang ditinggalkan untuk keluarganya.

Sesampainya di kota tujuan, Dinda langsung dibawa menuju sebuah tempat yang disebut cafe, tempat dimana ia akan dipekerjakan.

Namun betapa kaget dan herannya Dinda, karena pekerjaan yang harus dilakukan ternyata tidak sesuai dengan omongan saat sebelum berangkat.

Di cafe yang berada di komplek lokalisasi dipinggiran kota itu, Dinda ‘terpaksa’ harus bekerja menjadi pelayan tamu karoke plus.

Karena tidak sesuai dengan janji semula, Dinda meminta untuk dipulangkan ke kampung halamannya, akan tetapi permintaan itu ditolak oleh sang mucikari.

Dia bisa pulang kampung, asalkan sudah mengembalikan uang yang dipakai saat berangkat dulu. Nominal yang harus dikembalilan cukup besar, mencapai jutaan rupiah. Itu syaratnya jika tetap ingin pulang. Ternyata, semua biaya sebelum berangkat dulu, dianggap hutang oleh sang mucikari.

“Tidak pernah tahu mau kerja di tempat seperti ini. Saya hanya dijanjikan kerja di cafe sebagai pelayan, bukan bekerja sebagai wanita malam yang melayani lelaki hidung belang. Intinya ketipu, tapi mau gimana lagi? Pulang pun tidak bisa, bisa pulang tapi harus melunasi hutang uang tiket dan lain-lainnya,” ungkap Dinda saat berbincang dengan penulis, belum lama ini.

Dinda kini hanya bisa pasrah dengan keadaan. Dalam jeritan hatinya dia berdoa, agar bisa melunasi hutang ke sang mucikari yang biasa dipanggil Mami itu.

Dinda menuturkan, hampir semua wanita penghibur yang kerja di tempat ini dijerat hutang oleh sang mucikari.

“Berusaha agar bisa cepat selesai hutang ke Mami, dan cepat pulang ke kampung,” ujarnya penuh harap. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan