Jlebb, Jawaban Netizen Ini Cukup Telak

  • Whatsapp
Postingan Cerdas Netizen menjawab kabar viral soal pungli, 04/09/2017.

KABARBANGKA.COM — Kabar yang sedang viral di jagat Medsos Babel saat ini adalah soal dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh salah satu oknum Polantas yang bertugas di Bangka Belitung.

Dalam postingan tersebut disebutkan:

Bacaan Lainnya

Pada tgl 14 Agustus ada razia di kp Jeruk. Karena tidak memakai helm dan memiliki SIM dirinya dikasih slip biru oleh polisi. Lalu dirinya diminta no hp yang aktif dan dikirim jumlah tilang Rp 1,250 ribu yang harus dibayar H-4 dari jadwal sidang pada 25 Agustus.

Kemudian karena tidak percaya, Rizal menunggu sidang. Hal yang mengejutkan setelah sidang di pengadilan dari 2 pelanggaran tadi cuma Rp 90 ribu. Sedangkan isi SMS yang katanya atau diduga dikirim oleh oknum polantas berisi nomor pembayaran (BRIVA) anda 229550003025677.

Agar segera melakukan pembayaran Rp 1.250.000 ke BRI, atau transfer melalui ATM bank lain sebelum tgl 25 Agustus.

Demikian isi postingan yang bisa memunculkan beragam persepsi tersebut, hingga menjadi buah bibir warganet.

Kemudian info tersebut menjadi viral, karena banyak netizen memaknai bahwa polantas tersebut ikut “memakan” uang transfer tadi.

Namun ada yang lucu, saat membaca kolom komentar di postingan grup jual beli di Babel ini.

Netizen asal Pangkalpinang, Meilani Pitria Melilani justru membuat jawaban telak dan sangat mengena soal kabar yang mendadak viral tersebut.

Monggo disimak.

” Sebenarnya ini bukan hal PUNGLI.. Karena kita kurang sosialisasi saja.. Memang kalo tidak salah dibulan JUNI dan JULI sudah ada ditetapkan peraturan Sistem E-Tilang (elektrik tilang), jadi pada saat kita melanggar kita tdk menerima lagu 3 wrna surat seprti tempo dulu (slip bewarna merah)skg polantas langsung sistem tilang (E-Tilang),itu sebenarnya sesuai pasal dendanya..Dan uang yang kalo si pelanggar suda mentransfer setelah sidang uangnya akan dikembalikan jika memiliki kelebihan denda yang telah ditetapkan oleh pengadilan…Di kota luar hampir keseluruhan daerah sudah ada yang menerapkan..Hanya saja kita kurang sosialisasi..Jika pun sdh diterapkan …Tolong bagi pihak POLANTAS mensosialisasikan ke seluruh masyarakat….jadi tidak ada praduga yang macam2…trims, ” tulis Meilani Pitria Meilani, Senin, 04/09/2017. (LH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan