JPU BENARKAN SIDANG PUTUSAN PERKARA ATEN DITUNDA

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Yoga Pamungkas SH, selaku JPU pada perkara laka tambang di Dusun Bedukang, Desa Deniang, pada bulan Oktober 2016 lalu, membenarkan Sidang Pembacaan Putusan perkara dimaksud di tunda tanggal 4 April mendatang.

Bacaan Lainnya

“Iya, memang ditunda, kabarnya pak Ketua Majelisnya lagi diluar daerah. Jadwalnya tanggal 4 April 2017,” ucapnya, seizin Kajari Bangka Supardi SH. Yoga juga membenarkan, kabar yang menyebutkan terdakwa Marjadi alias Aten dituntut 5 bulan penjara.

Tuntutan JPU dari Kejari Bangka terhadap terdakwa Aten menuai sorotan, khususnya dari kalangan wartawan.

“Aten itu cuma dituntut 5 bulan penjara, kasus tambang ilegal di Kawasan Hutan Lindung tidak dimasukkan dalam surat tuntutan jaksa” ungkap sumber media ini.

Diwartakan sebelumnya, bahwa Tim Penyidik Sat Reskrim Polres Bangka menetapkan Marjadi alias Aten (43), warga Perumahan Graha Loka Pangkalpinang, sebagai tersangka dalam kasus Laka Tambang di Dusun Bedukang, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, yang terjadi pada hari Sabtu (01/10/2016) lalu.

Korbannya adalah Ahoi (38), warga Jalan Semujur, Desa Air Ruay, Kecamatan Sungailiat, dikabarkan tewas tertimbun longsoran tanah dilokasi tambang milik Aten, pada Sabtu (01/10/2016) sekira pukul 12.10 WIB siang. Jasad Ahoi (korban) baru ditemukan sekira pukul 16.45 WIB petang, dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Marjadi alias Aten diduga melanggar ketentuan Pasal 359 KUHP Tentang Kelalaian Yang Mengakibatkan Korban Luka Berat Atau Kehilangan Naywa, Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara, dan Pasal 89 Ayat 1 Jo Pasal 17 Ayat 1 huruf (a) dan huruf (b) Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Pada ketentuan Pasal 89 UURI Nomor 18 Tahun 2013 tersebut, barang siapa yang menambang secara ilegal didalam kawasan hutan, diancam hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1,5 milyar dan paling banyak Rp 10 milyar. (Rml)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan