Kajari Pangkalpinang Dinilai Sangat Lambat

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Massa yang menamakan diri Gerakan Anti Korupsi Bangka Belitung yang merupakan bentukan dari komunitas tim gabungan Mahasiswa Bangka Belitung, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang, terkait kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas Anggota DPRD Kota Pangkalpinang periode 2014 – 2019 yang diduga fiktif, Rabu (16/10/2019) pagi.

Koordinator GERAK Babel, Ahmad Subhan Hafiz mengatakan, massa menuntut agar penanganan kasus dugaan korupsi SPPD Fiktif itu segera diusut tuntas.

Bacaan Lainnya

“Dari beberapa fakta – fakta yang kami temukan, itu sudah memenuhi unsur – unsur tindak pidana korupsi,” ungkap pria yang akrab disapa Hafiz.

Lanjutnya, Hafiz mengatakan dengan harapan pihak Kejaksaan Negeri Pangkalpinang untuk segera memproses serta mengadili kasus tersebut.

“Baik itu anggota DPRD yang terlibat dan pihak – pihak terkait yang menyetujui atau yang mengesahkan SPPD fiktif tersebut,” kata Hafiz.

Khususnya tim gabungan mahasiswa, Ia juga mengatakan akan menekankan kasus tersebut yang di nilai sangat lambat yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, pihak Kepolisian, serta tim penyidik.

“Proses itu memang ada, hanya yang kami rasakan itu sangat lambat. Makanya kami para pemuda khususnya mahasiswa akan menekankan baik itu Kajari maupun Kepolisian atau penyidik yang nanti akan melibatkan beberapa orang sebagai tersangka itu akan secepatnya diproses,” tegasnya. (Mg/1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan