Kapolda Tegaskan Tidak Berikan Penangguhan Tahanan Bagi Tersangka Pupuk Palsu

  • Whatsapp

KABARBANGKA. COM — Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Brigjen Pol Anton Wahono menegaskan, tidak akan memberikan penangguhan penahanan kepada para distributor yang tertangkap karena menjual pupuk palsu di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Bacaan Lainnya

” Tidak memberikan penangguhan penahanan, itu merupakan kebijakan saya agar mereka para tersangka kasus pupuk palsu merasa jera, sehingga tidak lagi melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat,” ungkap Anton kepada wartawan, pada kegiatan Konferensi Pers ungkapan kasus pupuk palsu di sebuah gudang yang beralamat di Jalan Selan, Kota Pangkalpinang, Kamis (31/08/2017) menjelang petang.

Lebih lanjut Jendral Bintang Satu ini mengatakan, untuk membrantas peredaran pupuk palsu di wilayah hukum Polda Kepulauan Bangka Belitung, dirinya telah mengintruksikan Subdit I Indag Ditres Krimsus dibantu Satgas Pangan Provinsi Babel, untuk melakukan razia rutin.

” Selain melakukan penindakan hukum, kita juga akan melakukan penindakan preventif dengan cara mengumpulkan seluruh distributor pupuk se- Babel, agar membuat komitmen untuk menjual pupuk sesuai dengan regulasi, ” jelasnya.

Selanjutnya, Kapolda juga menghimbau kepada masyarakat khususnya petani jangan resah, karena sudah menjadi tugas pemerintah untuk melindungi hak masyarakat, salah satunya untuk mendapatkan pupuk yang layak.

” Saya juga sudah berkoordinasi dengan gubernur terkait para tersangka pupuk kadaluarsa atau palsu ini, untuk dikenakan sangsi administrasi yakni pencabutan izin perusahaan, dan sekali lagi saya tegaskan, masyarakat tidak usah risau, karena saya akan berpihak kepada rakyat, ” pungkasnya.

 

Reporter : Eko Septianto Rasyim

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan