KASUS KAYU TANPA IZIN BERLANJUT, RABU SPDP DIKIRIM KE JAKSA

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Kapolsek Jebus KOMPOL Alam Bawono, memastikan proses hukum kayu tanpa izin, yang diamankan belum lama ini tetap berlajut.

Bacaan Lainnya

Dikonfirmasi via ponselnya, Minggu (26/03/2017) malam, KOMPOL Alam Bawono memastikan hari Rabu nanti, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) akan dikirim kepada pihak kejaksaan.

“Proses lanjut mas, Rabu (SPDP) dikirim” ungkapnya seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi.

Dijelaskannya, tersangka pelaku dikenakan Pasal 83 Ayat 1 UU RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua milia lima ratus juta rupiah).

“Barang bukti (BB) masih ada, masih di Polsek (Jebus,red). Hanya tersangka ditangguhkan” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Polsek Jebus mengungkap pelaku Illegal Logging, Sabtu (18/03/2017) sekira pukul 18.30 WIB, di jalan Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Pelaku Irawanto alias Ira (34) dan Nuryanto alias Yanto (39), diamankan anggota Polsek jebus lantaran diduga mengangkut kayu tanpa izin. Sebanyak 2 kubik kayu olahan berbentuk papan dan kasau, diangkut menggunakan 1 unit mobil truk Nopol BN 4262 DK.

Kayu tersebut diangkut dari Dusun Tayu, Desa Ketap, Kecamatan Jebus, menuju ke Parit 4 Desa Sekar Biru, Kecamatan Parit Tiga. Kepada polisi, pelaku mengaku tidak memiliki izin dari pihak berwenang untuk melakukan pengangkutan kayu tersebut. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan