Kasus Pencurian Senpi Dinas, Empat Orang Ditetapkan Tersangka

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolsiaian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pencurian tujuh pucuk senjata api HS Dinas milik Direktorat Samapta Polda Babel.

Keempat tersangka tersebut merupakan angota Polri aktif, yaitu Bripda M. Abrar dari anggota Polres Bangka Tengah, Bripda Megi Arya Bintara dinas di Direktorat Samapta Polda Babel, Bripda Bimo Arnold Sakristi anggota Satuan Samapta Polres OKU Selatan, dan Bripda Angga Ardianto personel Satuan Samapta Polres OKU Timur,

Demikian disampaikan Kapolda Babel melalui Kabid Humas AKBP Maladi mengatakan, saat Konferensi Pers di Mapolda Babel, Kamis (30/04/2020).

“Hari Selasa pada tanggal 28 April 2020, Tim Opsnal Ditkrimum Polda Babel telah mengamankan dua orang pelaku yang mengambil tujuh pucuk Senpi dengan HS Dinas Inventaris Direktorat Samapta Polda Babel. Telah dilakukan penahanan terhadap dua orang tersangka tersebut dalam rangka proses penyidikan, atas nama Bripda M. Abrar dari anggota Polres Bangka Tengah, Bripda Megi Arya Bintara Dit Samapta Polda Babel,” ungkap AKBP Maladi, didampingi Kasubdit Jatanras Ditres Krimum Polda Babel, AKBP Wahyudi.

Dikatakannya, dari kedua orang tersangka tersebut telah diamankan barang bukti berupa empat pucuk senpi HS Dinas Dirsamapta Polda Babel.

“Telah dilakukan penyitaan barang bukti dari tersangka, berupa empat pucuk senpi genggam HS Dinas Inventaris Dit Samapta. Dan tim Polda Babel telah melakukan koordinasi dengan Polda Sumsel, untuk memohon bantuan mengamankan tiga barang bukti Senpi HS. Dan sudah diamankan tiga barang bukti senpi tersebut,” ucapnya.

Selain dari dua personil anggota Polda Babel yang ditahan, Ditres Krimum Polda Babel telah melakukan penjemputan terhadap dua orang tersangka dan satu saksi dari Polda Sumsel pada Rabu kemarin, beserta barang bukti tiga pucuk senpi HS Dinas Dit Samapta Polda Babel.

“Telah dilakukan penahanan terhadap dua personil Polda Sumsel tersebut, sebagai pembeli atau sebagai penadah terhadap Senpi hasil pencurian. Jadi untuk saat ini proses penyidikan tetap berlanjut dan dilakukan pendalaman. Dan untuk itu, Polda Babel telah berhasil mengungkap kasus ini, dari Sub Direktorat II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Babel,” jelas AKBP Maladi.

Kasubdit Jatanras Polda Babel, AKBP Wahyudi menambahkan, terhadap keempat orang tersangka dikenakan pasal berlapis. Yaitu Pasal 363 KHUPidana dan Undang – undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Keempat tersangka kita tahan di Mapolda. Memang kemarin kita sempat menjemput tiga orang dari Polda Sumsel, namun salah satunya berstatus sebagai saksi, yaitu Bripda Ahmad Muharrom Saribi. Karena yang bersangkutan satu Kos dengan Bripda Bimo,” beber AKBP Wahyudi.

Menurut AKBP Wahyudi, Bripda Ahmad Muharrom Saribi ditetapkan sebagai saksi, dikarenakan saat penggeledahan dilakukan, yang bersangkutan berada dirumah tersebut, kemudian dijadikan saksi untuk dilakukan pemeriksaan.

“Disaat penggeledahan, yang bersangkutan ada dirumah itu, dan mengetahui proses penggeledahannya. Kita jadikan saksi dan dibawa untuk diperiksa. Untuk tersangka dari Polda Babel dua orang, dan Polda Sumsel ada dua orang, sedang dalam proses penyidikan,” jelasnya. (*)


Reporter: Iqbal
Editor : Romlan

Pos terkait