Kasus Pencurian Tujuh Pucuk Senpi Dinas Direktorat Samapta Polda Babel Terungkap, Begini Kronologisnya

  • Whatsapp

PANGKALPINANG — Tim Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Babel, berhasil mengungkap kasus pencurian tujuh pucuk senjata api HS milik Direktorat Samapta Polda Babel.

Kasus ini terungkap berawal ketika Tim Jatantras mendapat informasi, tentang adanya orang yang menawarkan Senpi HS asal Palembang, Senin (28/04/2020).

Berdasarkan hasil penyelidikan, pada pukul 17.00 WIB, Tim Jatanras mengamankan dan melakukan interogasi terhadap Bripda MAF, Bintara Angkatan 41 tahun 2017 yang berdinas di Satuan Samapta Polres Bangka Tengah, dan Bripda MA Angkatan 43 tahun 2019, yang berdinas di Direktorat Samapta Polda Babel.

Ketika diintrogasi, Bripda MAF mengakui telah mencuri dan menyimpan Senpi HS milik Direktorat Samapta Polda Babel. Dari pengakuan Bripda MAF, dia melakukan itu bersama Bripda MA, Bintara Direktorat Samapta Polda Babel.

Dari pengakuan Bripda MAF juga, Senpi curian tersebut disimpan di rumah temannya Bripda MAF yang berinisial YY di Kampung Keramat, Pangkalpinang, tanpa sepengetahuan pemilik rumah.

Berbekal informasi tersebut, Tim Jatanras segera melakukan pencarian, dan ditemukan 4 pucuk Senpi HS Dinas milik Direktorat Samapta Polda Babel yang hilang, lengkap bersama kotaknya, yaitu Nomor : H191820, H191828, H191836 dan H191850. Keempat pucuk senpi itu disembunyikan secara terpisah, yaitu 2 pucuk di plafon luar rumah, dan 2 pucuk di lorong antara rumah tertutup perahu.

Sedangkan 3 pucuk senpi HS lainnya dengan nomor H191815, H191826, dan H191833, berdasarkan pengakuan Bripda MAF telah dijual oleh Bripda MA kepada Bripda BAS, yang saat ini bertugas Bintara Satuan Samapta Polres OKU Selatan, Polda Sumsel.

Penjualan 3 pucuk senpi HS tersebut dilakukan pada Bulan Februari 2020. Bripda MA menawarkan senpi curian tersebut kepada Bripda BAS melalui telepon. Setelah terjadi kesepakatan harga untuk 3 pucuk sebesar Rp 45 Juta, kemudian Bripda MA membawa 3 pucuk Senpi tersebut ke Sumatera Selatan, dengan menggunakan Travel.

Setelah sampai keesokan harinya, transaksi dilakukan di Jalan Desa Pulau Negara, Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan. Senpi diserahkan kepada Bripda BAS, dan dibayar cash sebesar Rp 45 Juta.

Keesokan harinya, Bripda MA kembali ke Babel, dan uang hasil penjualan dibagi 2 dengan Bripda MAF, masing-masing menerima Rp 22,5 Juta di Aspol Selan, di rumah Bripda MA. Menurut pengakuannya, uang tersebut telah habis digunakan.

Saat ini kedua tersangka, Bripda MAF dan Bripda MA, beserta barang bukti 4 pucuk Senpi HS telah diamankan di Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum, untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Tim Jatanras Polda Babel melakukan koordinasi dengan Ditreskrimum Polda Sumsel dan Polres Oku Selatan, untuk permohonan bantuan mengamankan BB 3 pucuk senpi HS yang belum ditemukan dan para pelaku 480. Sehingga hasilnya dapat diamankan oleh Polda Sumsel BB 2 pucuk Senpi HS dari anggota Polres Oku Selatan atas nama Bripda BAS dan Bripda Sar, serta 1 pucuk senpi HS dari anggota Polres Oku Timur atas nama Bripda Ag.

Dengan demikian, tujuh pucuk BB senpi genggam HS milik Direktorat Samapta Polda Babel yang hilang karena dicuri oleh pelaku, telah berhasil ditemukan seluruhnya.

Dikabarkan sebelumnya, Subdit Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Babel, berhasil mengungkap kasus pencurian tujuh pucuk senjata api genggam HS dinas milik Direktorat Samapta Polda Babel, yang terjadi bulan Januari 2020 lalu.

Dikonfirmasi via sambungan ponselnya, Selasa (28/04/2020) malam, Kapolda Babel melalui Kabid Humas AKBP Maladi, membenarkan kabar tersebut. Selanjutnya para terduga pelaku diperiksa, dan dikenakan pasal pencurian.

“Sudah (diamankan). Diperiksa mereka, kena pasal pencurian,” ungkap AKBP Maladi via sambungan ponselnya, Selasa malam.

AKBP Maladi menambahkan, para terduga pelaku kini sudah ditahan, diamankan di Rutan Polda Babel.

“Sudah ditahan, diamankan di Polda,” ujarnya.

Disinggung jumlah pelaku, AKBP Maladi menyatakan penyidik masih melakukan pengembangan kasus pencurian senpi dinas tersebut.

“Masih pengembangan, yang pasti sudah dua-tiga orang, angkatan 2017 dan angkatan 2019,” bebernya.

Disinggung keterkaitan dengan terduga pelaku yang di wilayah Sumsel, AKBP Maladi menyatakan penyidik sedang berkoordinasi dengan Polda Sumsel.

“ Itu lagi koordinasi dengan Polda Sumsel, mau diamankan juga nanti,” tukasnya. (*)


Reporter: Romlan
Editor : Romlan

Pos terkait