Kecewa, Akong Minta Putusan MA Ditinjau Ulang

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM, BANGKA — Akong (40), suami dari Imelda (35), sekaligus Ayah dari Aura (6), yang menjadi korban pembunuhan sadis dan keji yang dilakukan oleh Aliong (39), menyampaikan sikap dan perasaan kecewanya terhadap Putusan Mahkamah Agung RI, yang memberikan keringan hukuman terhadap Aliong (39) pelaku pembunuhan istri dan anaknya (Imelda dan Aura). Ungkapan kekecewaan itu disampaikan Akong kepada sejumalah awak media dikediaman pribadinya, di Lingkungan Bedeng Ake Kelurahan Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, Sabtu sore (30/06/2018).

Bacaan Lainnya

Akong menyatakan, bahwa dirinya dan kerabat korban lainnya merasakan sangat keberatan dengan Putusan MA tersebut, karena mereka menilai tidak sesuai dengan apa yang sudah diputuskan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat.

” Gak sesuailah putusan MA. Disini kan sudah diputuskan hukuman mati, sudah sesuailah menghilangkan 2 nyawa, sudah wajar di hukum mati sama hakim disini. Tapi kalau MA putuskan 20 tahun penjara, gak sesuai, kalau dia ( pelaku) jalankan hanya 20 tahun,” ungkap Akong, dengan mata yang berkaca – kaca menahan perasaannya.

Akong berharap keputusan MA tersebut ditinjau kembali, dikarenakan pihak keluarga dan dirinya merasa tidak sanggup menerima kenyataan dari hukuman yang akan dijalani pelaku pembunuhan istri dan anaknya tersebut.

” Kalau 20 tahun, suruh keluar sajalah dianya, biar nyawa dibalas nyawa! Dia dihukum mati kami sudah terima, walaupun berat karen 2 nyawa dibalas 1 nyawa, tapi kami sudah terima. Kalau 20 tahun hukumannya, kami tidak sanggup, hukuman itu tidak seimbang,” imbuhnya.

Ditanyai mengenai upaya hukum yang akan dilakukan pihak keluarga korban, Akong menyatakan bahwa dirinya hanya mengharapkan keputusan MA tersebut dapat ditinjau kembali, dengan tidak memihak dan adil terhadap keluarga korban. Dirinya dan anak laki – lakinya yang masih berumur 3 tahun, merasa membutuhkan keadilan terhadap Hukuman yang akan diterima pelaku pembunuhan Imelda dan Aura.

” Kalau masalah hukum, jujur saja kami ini bisa dikatakan buta hukum, kami gak tau. Kami hanya harapkan keadilan, kalau diperlakukan seperti ini kami keberatan. Kawan – kawan keluarga merasa sudah panas, dari semalam kawan – kawan sudah telefon semua. Jujur saja ini masalah saya takut rusuh, bisa terjadi perang, ini masalah besar bagi kami, karena dari 20 tahun itu paling nanti dijalankan 12 tahun, ditinjau kembalilah keputusan MA itu,” jelas Akong yang sudah tidak sanggup menahan emosinya.

Aliong (39), terpidana mati yang diputuskan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat pada tahun 2017 silam, atas perkara pembunuhan sadis yang terbukti dilakukannya terhadap istri dan anak perumpuan dari saudara sepupunya, Akong, yaitu Imelda (35) dan Aura (6), warga Lingkungan Bedeng Ake, Kelurahan Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, pada bulan Januari 2017.

Namun pada Tingkat Kasasi, sebagaimana dimuat dalam berita media lokal Bangka Belitung, Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia meringankan Hukuman Mati terhadap terpidana Aliong menjadi 20 tahun penjara. Kabar tersebut dibenarkan oleh Humas PN Sungiliat, berdasarkan surat yang sudah diterima dari MA. (Ikrar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan