Kejati Babel Tetapkan AF Jadi Tersangka, Terkait Korupsi Penyertaan Modal Bank Sumsel Babel

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Setelah sekian lama proses pengusutan sekaligus penyelidikan perkara kasus dugaan korupsi penyertaan modal dari pihak Pemerintah provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel) termasuk pemerintah daerah lainnya di Babel, kini Asfan Fikri Sanaf (AF) diketahui sebelumnya pernah menjabat selaku direktur utama Bank Sumsel Babel kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel).

Bacaan Lainnya

Demikian yang disampaikan Kepala Kejati (Kajati) Babel, Happy Hadiastuty SH CN kepada sejumlah Wartawan , Jumat (9/12).

“Untuk kasus Bank Sumsel Babel, sudah sampai pada tahap penyidikan dan kita juga sudah tetapkan satu orang sebagai tersangka dengan inisial AF,” ujarnya.

Pada sebelumnya di beritakan, Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diam-diam melaksanakan pemeriksaan terhadap pejabat PT Bank Sumsel Babel (BSB). Terlebih Asisten Pidsus Kejati Babel, Patris Yusrian belum menjelaskan secara gamblang perihal pemeriksaan tersebut.

Diduga kuat para pejabat PT BSB diperiksa tak saja dalam satu ruang, namun ruang kerja Aspidsus pun digunakan pula sebagai tempat pemeriksaan. “Ruang saya saja sedang dipakai untuk pemeriksaan,” singkat Aspidsus yang langsung bergegas kedalam ruangan.

Terlihat disekitar halaman parkir belakang depan gedung Pidsus Kejati Babel tampak sebuah mobil Toyota Innova berwarna hitam berplat BN 1442 BS. Diperkirakan mobil tersebut merupakan mobil dinas milik PT BSB yang memuat para pejabat yang diperiksa Kejaksaan.

Diketahui, PT BSB terlibat dalam kasus dugaan penyelewengan penyertaan modal yang dikucurkan Pemerintah Daerah (Pemda), mulai tingkat Provinsi hingga Kabupaten dan Kota. Dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tersebut hingga kini masih terus bergulir dipenyidik Kejati Babel.

Meskipun penanganan perkara tersebut sudah memasuki tahap penyidikan, namun hingga kini belum satupun yang ditetapkan sebagai Tersangka. Dalam pengembangan kasus ini pihak penyidik Pidsus Kejati Babel sebelumnya telah memeriksa sebanyak 40 saksi, baik dari kalangan pejabat maupun petinggi Bank Sumsel Babel.

Bahkan Direktur Utama (Dirut) PT BSB wilayah Palembang dan beberapa Kepala Cabang (Kacab) PT BSB di Bangka juga telah menjalani pemeriksaan. Sebelumnya Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Babel sejak 2003 silam sudah melakukan penyertaan modal di PT BSB dengan nilai awal mulai dari Rp1 Miliar dan terus bergerak hingga mencapai Rp40 Miliar.

Namun anehnya, semakin besar uang yang ditanam di Bank tersebut, akan tetapi Devidennya semakin kecil yang diterima daerah. Kasus mulai terbongkar setelah Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) yang melaksanakan audit menemukan penyertaan modal Pemprov Babel mencapai Rp40 Miliar.

Janggalnya, hanya Rp28 miliar saja yang terdata sebagai Dana Penyertaan Modal, sementara Rp12 Miliar dimasukkan dalam Agio Saham yang menurut pihak penyidik merupakan kesalahan. Dengan begitu pihak Kejati Babel menyoroti dugaan dana sebesar Rp12 Miliar yang dinilai mencurigakan. (3k0)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan