KEJATI BELUM JATUHKAN SANKSI TERKAIT KABURNYA TERDAKWA POHIN

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Susandi alias Pohin (35 tahun) yang merupakan tahanan sekaligus terdakwa kasus narkoba di Kejaksaan Negeri Pangkalpinang yang pada Selasa sore (18/4/201) lalu berhasil kabur dan hingga kini tak kunjung berhasil ditangkap.

Bacaan Lainnya

Anehnya pihak Kejaksaan Negeri yang nota bene sebagai pihak yang paling bertanggung jawab justeru terkesan terus menerus menutup diri. Bahkan sampai saat ini tidak ada pernyataan resmi apapun yang dikeluarkan oleh plt. Kajari Pangkalpinang, Meiza Khoirawan.

Padahal wartawan sendiri sudah beberapa kali mendatangi kejari kota Pangkalpinang untuk dapat menemui plt.Kajari tersebut guna melakukan wawancara langsung yang sekaligus merupakan asisten pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

Pasalnya wartawan sangat berharap adanya pernyataan langsung dari Meiza terutama dalam kapasitasnya selaku asisten pengawasan di Kejaksaan Tinggi. Terutama terkait dengan sanksi yang akan dijatuhkan kepada pejabat jaksa di pidana umum sekaligus bawahannya. Apalagi kasus narkoba merupakan kasus yang mendapat perhatian serius dari pemerintah selama ini.

Selain itu tentunya wartawan media ini juga sedang berusaha memperoleh konfirmasi dan klarifikasi dari kepala Kejaksaan Tinggi Happy Hadiastuty terkait sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada pejabat yang merupakan bawahanya yang langsung bertanggung jawab. Yakni plt. Meiza Khoirawan dan kasi pidum Raden Is Juniyanto itu.

Seperti diketahui sebelumnya, Pohin sendiri telah berhasil melarikan diri setelah tiba di lapas Narkoba Selindung usai persidangan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Pohin kabur memang sangat dramatis sekali dimana saat keluar dari mobil tahanan.

Saat mengantarkan terdakwa ke Lapas, hanya sendiri Pohin yang berada di dalam mobil tersebut. Sehingga sewaktu hendak masuk ke pintu Lapas, Pohin langsung kabur. Sayangnya petugas Lapas dan petugas Kejari tidak berhasil menangkap terdakwa sehingga Pohin kabur ke hutan arah belakang Lapas Narkoba di Selindung.

Penulis: Romli Muhtar
Editor : Romlan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan