Kembangkan Kebun Singkong Rakyat, Wagub Babel Gaet Perbankan

  • Whatsapp

_DSC1049

KABARBANGKA.COM – Sempan

Bacaan Lainnya

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani mulai menggandeng perbankan untuk membantu memfasilitasi pembiayaan pengembangan perkebunan singkong UJ-5 (cassesart) atau dikenal dengan ubi kasesa.

Hal itu dibuktikan ketika melihat operasional perdana pabrik pengolahan tapioka di Desa Sempan, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Rabu (24/08/2016) sore.

Di depan tamu undangan yang berasal dari warga desa setempat dan sekitarnya, Wagub Hidayat Arsani datang bersama sejumlah perbankan, diantaranya Bank Mandiri dan Bank Sumsel Babel.

“Orang-orang perbankan ingin melihat prospek ubi kasesa. Dampaknya para petani maupun pekerja pabrik bisa membuka rekening tabungan maupun proses penyaluran kredit untuk pengembangan kebun mereka,” ungkap Hidayat Arsani.

Disebutkan, penyaluran kredit harus dilakukan dengan jaminan. Pihaknya direncanakan akan menerapkan sistem avalis. Yaitu pihak yang menjamin aliran dana dari perbankan kepada para peminjam, sekaligus bertanggung jawab atas pengembaliannya kepada pihak bank.

“Kita sebagai jaminannya, tetapi rekomendasinya tetap harus dari pemerintah daerah,” sebut Wagub.

Kepada petani yang akan membuka kebun singkong, Hidayat akan memberikan pinjaman bibit dan pupuk. Pembersihan lahan termasuk dengan menggunakan alat berat semacam ekskavator, akan ditanggung di awal proses.

“Petani tinggal merawatnya saja, setelah panen baru membayar pinjamannya tanpa beban bunga,” jelas Hidayat.

Mantan Ketua PWI Babel itu berharap dengan bertambahnya jumlah petani dan produksi ubi kasesa, dapat menghilangkan ketergantungan pasokan tepung tapioka (hasil olahan ubi kasesa) dari luar daerah. Babel diharapkan mampu memproduksi sendiri meski diakuinya belum memiliki sumberdaya manusia yang belum memadai.

Saat ini, kata Wagub, dirinya sudah membangun beberapa pabrik pengolahan tepung tapioka di beberapa kabupaten di Bangka Belitung. Satu diantaranya adalah pabrik inti yang berada di Muntok, Bangka Barat. Pabrik-pabrik yang dibangun, menurutnya, mampu memproduksi lima ton tepung tapioka setiap hari per pabrik. Bahkan pada Senin (29/08/2016) akan dilakukan peletakan batu pertama pabrik lainnya di Renggiang, Kabupaten Belitung Timur.

“Kita berlomba-lomba memotivasi petani agar bertanam ubi. Hasil panen dapat ditampung oleh pabrik yang kita bangun, Selain memberi keuntungan bagi petani, juga membuka lapangan kerja baru, karena satu pabrik bisa mempekerjakan lebih dari seratus orang,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, budidaya ubi kasesa tidak terlalu sulit dan tanpa memerlukan perawatan yang serius. Keunggulan lainnya, singkong jenis ini mampu berproduksi dan memiliki kadar pati yang tinggi.

Proyek Percontohan

Branch Operasional Bank Mandiri Pangkalpinang Idham Holidi mengatakan, penyaluran pembiayaan kepada petani ubi dapat saja menjadi proyek percontohan oleh Bank Mandiri. Kemungkinan itu disebabkan pihaknya melihat peluang besar terhadap produksi tepung tapioka di Bangka Belitung.

“Kita membantu menyalurkan program pemerintah khususnya yang berkaitan dengan pembiayaan, seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat),” ujarnya.

Tetapi dia mengakui ada beberapa syarat yang belum bisa diaplikasikan Bank Mandiri untuk tanaman ubi, sesuai kriteria yang berlaku nasional. Pihaknya berjanji akan cari formula yang tepat sehingga dapat membuka peluang bagi pemberian fasilitas KUR kepada petani ubi.

“Kemungkinan bisa, karena mungkin ini menjadi pilot project di Bank Mandiri. Owner pabriknya akan menjadi avalis, sehingga lebih mudah proses pembiayaannya,” kata Idham optimis.

Dia juga menyebutkan pihaknya masih menggunakan jasa Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) untuk perbantuan pembiayaan. Namun tidak menutup kemungkinan dapat dialihkan ke lembaga jaminan di daerah. (Ima, RX/humasprobabel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan