Kepolisian Bisa Berdampingan Dengan Umat Islam

  • Whatsapp

KABARBANGKA. COM— Suasana Ramadhan di Bangka Belitung tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di berbagai tempat memberikan warna tersendiri sehingga bagi umat Islam yang sedang beribadah selama Bulan Ramadhan ini merasakan ketentraman dan kenyamanan.

Ternyata ini semua tidak lepas dari peran sosok Bapak Kapolda yang telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian daerah Prov. Kep. Bangka Belitung dengan istilah program Patroli Ibadah untuk mewujudkan suasana tertib dan aman di lingkungan masyarakat, sehingga akan menambah kekhusyu’an ibadah bagi umat Islam di bulan penuh berkah.

Bacaan Lainnya

Fenomena ini telah menjawab dengan tegas bahwa pihak kepolisian bisa berdampingan dengan umat Islam sesuai dengan hati nurani individu. Karena di zaman fitnah ini banyak opini yang berkembang seolah-olah ingin memecah belah persatuan masyarakat dan umat Islam. Antar kelompok dibenturkan, bahkan internal Ormas-pun tidak luput dari skenario adu domba yang berbau politis yang didalangi oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab.

Ada kesalah-pahaman dalam mindset kita ketika dalam urusan tertentu kita tidak mempercayakan kepada ahlinya. Kita hidup di Negara hukum, Negara yang menjunjung tinggi asas pancasila karena kemajemukan bangsa ini justru menjadi kekuatan persatuan yang tidak dimiliki bangsa lain sehingga Indonesia mampu meraih kemerdekaan setelah melalui perjuangan yang teramat panjang.

Kita tidak boleh melupakan sejarah, bahwa salah satu hal yang membuat para pejuang kita memiliki semangat yang berkobar adalah dengan pekikan takbir. Ini artinya peran agama (dalam hal ini, Islam) adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia. Sehingga patutlah kita mendewasakan diri untuk menjaga nilai-nilai persaudaraan sesama makhluk agar terwujudlah Islam rahmatan lil’alamin.

Dengan latar belakang agama, suku, budaya yang beranekaragam di Indonesia ini maka kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi yang tetap berada di bawah koridor syar’iat Islam. Kita harus melawan bersama-sama segala macam opini buruk yang akan menimbulkan perpecahan dan permusuhan dengan mengedepankan kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan sehingga terwujudlah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mari kita lebih cerdas dalam mensikapi setiap keadaan untuk mewujudkan kedamaian yang bijaksana. Sebuah realita bahwa Islam adalah agama yang harmonis dan dinamis. Maka selayaknya kita menjadikan Islam untuk saling merangkul, bukan saling memukul. Kita harus saling mengajak, bukan saling mengejek. Kita harus saling mengetuk bukan saling mengutuk, kita harus saling menghargai bukan saling merajai. Karena syariat Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai, bukan saling mencaci maki.

Sudah saatnya kita singkirkan semua perbedaan yang bersifat keniscahyaan, karena justru dari perbedaan itu seharusnya kita bisa saling melengkapi. Tinggalkan semua kebencian dan tancapkanlah rasa kepedulian antar sesama untuk saling menasehati dalam kebenaran dan kebaikan.

Seluruh kelompok harus berbesar hati untuk bersinergi menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah provinsi kepulauan Bangka Belitung. InsyaaAllah harapan ini bisa kita wujudkan bersama dengan peran ulama dan umara yang bersatu sehingga ummat akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian dengan harapan agar menjadikan masyarakat lebih berkualitas dari segi ilmu dan amal, terkhusus di bulan Ramadhan ini. Semoga Allah selalu menjaga Para Ulama kita dan senantiasa menuntun Para Pemimpin kita untuk bersama-sama mengharapkan Ridho Allah Swt.

Wallahua’lam.

Muhammad Kurnia, Lc., M.A.
( Pengajar di Pesantren Nurul Falah Air Mesu Bangka Tengah dan Alumni Universitas al-Azhar Mesir)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan