KESAL TANAH WARISAN DIGARAP, PONTON TI RAJUK DIBAKAR

  • Whatsapp

screenshot_2016-09-13-21-14-45

KABARBANGKA.COM — Diduga karena kesal tanah warisan digarap penambang, ahli waris dari Keluarga Besar Zulkipli Sidik membakar Ponton TI Rajuk yang menambang timah secara ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rangkui, Kota Pangkalpinang, Selasa (13/09/2016), sekira pukul 18.30 WIB.

Bacaan Lainnya

NURZILAH (46), anak sulung Zulkipli Sidik, warga Kelurahan Ampui Kecamatan Pangkal Balam, kepada wartawan mengungkapkan, bahwa tindakan pembakaran terhadap Ponton TI Rajuk tersebut karena kesal.

Pasalnya, TI Rajuk yang dikabarkan milik pengusaha dari Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru tersebut, sudah menambang timah dilahan milik warisan keluarga mereka.

Selain itu, mereka juga kecewa karena keluhan dan laporan yang disampaikan kepada Pemkot Pangkalpinang dan aparat penegak hukum, sama sekali tidak direspon. Faktanya, hingga kini TI Rajuk ilegal tersebut masih saja terus menambang dikawasan DAS Rangkui.

” Hal ini sebelumnya kami sudah melakukan upaya, yakni melaporkan serta menginformasikan kegiatan TI illegal tersebut kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang, khususya kepada Walikota dan Wakil Walikota, dan Instansi lainnya (penegak hukum). Namun kami kecewa sampai saat ini tidak ada upayanya sebuah tindakkannya,” ungkap NURZILAH, didampingi saudara dan keluarga besarnya, Selasa (13/09/2016) malam.

Masyarakat Ampui terutama, keluarga Zukipli Sidik, berharap sekali kepada pemerintah serta iihak berwajib, untuk dapat mengambil keputusan dan tindakan tegas, dengan terjadinya peristiwa malan ini.

” Kami sangat berharap kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pihak Kepolisian dan TNI, supaya agar cepat tanggap dalam mengambil keputusan dan tindakan tegas, supaya kejadiaan ini pun tidak akan terulang kembali,” katanya. ( Robi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan