KLARIFIKASI JPU YUDI ISTONO: “BUNGKOI DIDAKWA DAKWAAN ALTERNATIF”

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Yudi Istono SH, selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Babel pada perkara dugaan penambangan tanpa IUP di lahan miliknya, dengan tersangka atas nama Usuk alias Bungkoi warga Muntok, Kabupaten Bangka Barat, mengklarifikasi terkait keterangan sebelumnya, terkait rencana dakwaan JPU pada perkara kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Bungkoi didakwa dengan dakwaan alternatif. Yaitu pertama Bungkoi didakwa dengan pasal 161 atau pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara.

” Yang benar, Bungkoi didakwa dengan dakwaan alternatif. Pertama pasal 161 atau 158 UU Nomor 4 Tahun 2009,” ungkap Yudi Istono via sms, Sabtu (3/6/2017) pagi.

Dia memaparkan bahwa mengangkut, menyimpan pasir timah tanpa IUP dijerat pasal 161 UU NO 4 tahun 2009.

” Karena asal usul pasir timah tersebut mengambil di tanah miliknya, maka di alternatifkan pasal 158,” jelas Yudi.

Diwartakan sebelumnya, usai menerima pelimpahan tersangka Usuk alias Bungkoi, barang bukti, dan berkas perkara dugaan penambangan ilegal dari penyidik Dit Krimsus Polda Babel, pihak JPU dari Kejati Babel segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat untuk disidangkan.

Namun demikian, JPU tidak melakukan penahanan Rutan terhadap tersangka Usuk alias Bungkoi.

Kajati Babel Happy Hadiastuti, melalui JPU Yudi Istono, kepada wartawan media ini juga membenarkan pelaksanaan sidang perdana Bungkoi akan digelar pada hari Kamis pekan depan.

” Iya, sidang dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Usuk alias Bungkoi akan digelar di PN Sungailiat Kamis depan,” aku Yudi Istono, Jum’at (02/06/2017) siang diruang kerjanya.

Menurutnya, tersangka Bungkoi terjerat dalam perkara kasus penamangan ilegal dilahan miliknya sendiri. Hal ini lah yang menjadi bahan pertimbangan JPU, untuk memberikan kelonggaran dengan status tahanan rumah.

” Dia (Bungkoi, red) diberlakukan tahanan rumah, lantaran pelanggarannya hanya soal perizinan, dan dia itu menambang dilahan miliknya sendiri. Jadi dalam hal ini, Bungkoi didakwa pasal penambangan tanpa izin yaitu pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara,” terang Yudi.

Ketika disinggung terkait BB berupa pasir timah hingga mencapai 1,5 ton yang mengindikasikan Bunkoi tentunya melakukan penimbunan pasir timah tanpa dokumen yang sah, lalu apa alasan JPU untuk tidak menerapkan pasal berlapis seperti pasal 161 UU RI Nomor 4 Tahun 2009?

Yudi Istono berdalih perbuatan si tersangka Bungkoi tidak memenuhi unsur itu, soalnya dia ditangkap saat melakukan aktivitas penambangan ilegal.

” Terdakwa Bungkoi itu kan ditangkap ketika mengangkut hasil tambangnya, berupa pasir timah dilahan miliknya,” pungkasnya.

 

Penulis: ROMLI MUHTAR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan