KOKI KLM MENTARI II BELUM DITEMUKAN

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Firmansyah, Koki KLM SURYA MENTARI II yang tenggelam di perairan Pulau SAYA, Dabo Singkep, Jum’at (26/05/2017) lalu, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh sejumlah Satuan TNI AL Dabo Singkep (DBS).

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Komandan Pangkalan TNI AL Bangka Belitung, Kolonel Laut (P) Iwan Ruswanto SE, melalui Perwira Penerangan (Papen) Lettu Yusuf, Jum’at (02/06/2017) malam.

“Untuk koki belum ditemukan pak, masih proses pencarian oleh Satuan AL yang di Dabo” ungkapnya via Aplikasi WhatsApps Massenger.

Sementara dalam Siaran Pers yang diterima wartawan, Jum’at (02/06/2017) pagi, Mangandro (56) Nakhoda KLM SURYA MENTARI II yang sempat dikabarkan hilang, telah ditemukan Arzakani, nelayan asal Dusun 1, Desa Berhala, Senin (29/05/2017) sekira pukul 17.00 WIB petang.

Keesokan harinya, Selasa (30/05/2017) sekira pukul 17.000 WIB, Mangandro dibawa ke Pulau Lalang. Merka tiba sekira pukul 21.00 WIB malam.

Selasa (30/05/2017) sekira pukul 06.00 WIB pagi, Arzakani lalu mengantarkannya dari Pulau Lalang menuju ke Dabo Singkep, untuk selanjutnya diserahkan ke Kantor TNI AL Dabo Singkep.

Kamis (01/06/2017) sekira pukul 08.30 WIB, Nahkoda KLM SURYA MENTARI II diberangkatkan menuju Dermaga Jagoh, selanjutnya menuju Batam dengan sarana Kapal Ferry Oceana 3.

Sekira pukul 16. 35 WIB petang dihari yang sama, Mangandro diterbangkan menuju Pangkalpinang dengan pesawat Lion Air dari Bandara Hang Nadim Batam.

Diwartakan sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI AL Bangka Belitung, Kolonel Laut (P) Iwan Ruswanto SE, kepada sejumlah wartawan menerangkan, KLM SURYA MENTARI II berangkat dari Tanjung Balai Karimun, Rabu (24/05/2017) sekira pukul 21.00 WIB malam. Kapal dengan muatan delapan orang dan 25.000 dus minuman kaleng itu, diduga tenggelam disekitar perairan Pulau SAYA, Dabo Singkep, Jum’at (26/05/2017) sekira pukul 02.00 WIB dinihari.

Dari hasil penyelidikan awal oleh TNI AL, cuaca buruk dan dugaan terjadi kebocoran pada lambung kapal, menjadi penyebab utamanya.

Enam orang ABK sudah lebih dahulu ditemukan dan di selamatkan oleh nelayan asal Desa Sungsang, Provinsi Sumsel. Sementara Mangandro sang Nakhoda, ditemukan Arzakani, nelayan asal Dusun 1, Desa Berhala, disebuah pulau beberapa hari setelah kejadian tenggelamnya kapal naas tersebut.

Namun, entah bagaimana nasib Firmansyah? Sang koki itu hingga kini belum ada kabar beritanya sama sekali.

 

Penulis: ROMLAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan