LAHAN SAWIT AKIONG DITUNTUT DIRAMPAS UNTUK NEGARA

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Sidang perkara Tindak Pidana Perkebunan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan Lindung Jebus Bembang, dengan terdakwa Akiong, warga Desa Bakit, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, sudah memasuki tahap Pembacaan Surat Tuntutan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dodi Purba SH dari Kejari Pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

Dalam Surat Tuntutan yang dibacakan dimuka persidangan tadi siang, JPU menyatakan, bahwa terdakwa atas nama Akiong terbukti melanggar ketentuan pidana Pasal 78 Ayat 2 Juncto Pasal 50 UURI Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan.

“Bahwa terdakwa terbukti bersalah dan dituntut dengan ancaman pidana selama 2 bulan karena secara sah dan meyakinkan terbukti menduduki lahan secara tidak sah sesuai dengan ketentuan Pasal 78 Ayat 2 juncto Pasal 50 Ayat 3 Huruf (a), Huruf (b) dan Huruf (c),” kata JPU Dodi Purba SH, membacakan Surat Tuntutan dihadapan majelis hakim yang diketuai Setyanto Hermawan SH.Mhum, saat sidang digelar Senin (19/12/2016) siang.

Kemudian JPU melanjutkan, bahwa selain tuntutan kurungan selama 2 bulan, Terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp 100 juta, Subsidair 3 bulan penjara, serta lahan sawit seluas 7,9 Ha dirampas untuk negara.

“Menyatakan bahwa Terdakwa Suyitno Alias Akiong dijatuhi denda Rp 100 juta, Subsidair 3 bulan kurungan, serta barang bukti lahan seluas 7,9 hektar dirampas untuk negara,” tambahnya.

Usai JPU membacakan Surat Tuntutan, Hakim Ketua Setyanto Hermawan SH.MHum kemudian menunda sidang hingga Selasa (20/12/2016) besok, dengan agenda Pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi) terdakwa.

Terpisah, terdakwa Akiong alias Suyitno yang sempat diwawancarai oleh wartawan media ini mengaku pasrah dan akan mengikuti semua prosedur yang berlaku.

“Iya, pasrah lah bang, mau gimana lagi? Namanya juga sidang dan saya sebagai pesakitan, ikutin ajalah prosedurnya,” kata Akiong.

Menurut Akiong, dirinya juga menampik beberapa kabar yang sempat beredar bahwa ada perlakuan khusus terhadap dirinya. Dan itu semata-mata karena memang dirinya sedang sakit.

“Iya, gak ada itu bang, saya memang sakit dan belum fit benar. Moga-moga sidangnya bisa cepat, ya?” serunya sembari bergegas masuk ruang sidang. (L.H)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan