LARIKAN GADIS DIBAWAH UMUR, NATA DITANGKAP DI SUNGAI LILIN

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Nata Bin Sukri (37) warga Dusun Rantau Rasau, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Propinsi Jambi, diamankan anggota Polsek Bajubang, Rabu (18/01/2017) sekira pukul 10.00 WIB pagi. Nata ditangkap poisi, lantaran diduga telah membawa lari seorang gadis yang masih dibawah umur, Yt (14), warga Karang Panjang, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Bacaan Lainnya

Terungkapnya kasus tersebut, setelah orang tua korban melapor ke SPKT Polres Bangka, (05/01/2017) lalu. Awalnya, abtu (31/12/2016), pelaku menjemput korban di Jalan Tanjung Ratu sekira pukul 18.30 WIB, untuk menikmati malam Tahun Baru 2017. Kemudian pada hari Minggu (01/01/2017) sekira pukul 21.00 WIB, pelaku membawa lari korban tanpa seizn orang tuanya. Sehari sebelumnya, pelaku menyampaikan ingin pulang ke Jambi, dan ternyata korban ingin ikut. Pelaku sewa mobil rental ke terminal Pangkalpinang. Dari Pangkalpinang ke Muntok mereka naik Bus. Kemudian dari Muntok, mereka naik mobil carter tujuan Sungai Lilin diangkut dengan Kapal Feri, menuju rumah pelaku. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, diduga korban telah disetubuhi oleh pelaku selama berada dirumah pelaku.

Setelah menerima laporan dari keluarga korban (05/01/2017) lalu, Tim Penyidik Sat Reskrim Polres Bangka terus melakukan penyelidikan keberadaan pelaku dan korban. Selanjutnya, pada hari Rabu (18/01/2017) sekira pukul 10.00 WIB, pelaku telah diamankan di Desa Sungai Lilin oleh Anggota Polsek Bajubang. Saat diamankan, pelaku mau membeli obat sakit kepala disebuah warung yang ada dipinggir jalan di Desa Sungai Lilin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Selanjutnya, angota Sat Reskrim Polres Bangka menjemput dan membawa pelaku dan korban ke Polres Bangka, untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi, pelaku, dan korban tiba di Mapolres Bangka, Jum’at (20/01/2017) malam. Sementara pelaku disangka Pasal 332 KUHP, tentang membawa lari anak dibawah umur. Namun tidak menutup kemungkinan, pelaku akan dijerat dengan UURI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan UURI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (Humas Polres Bangka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan