Lintas Ormas Babar Rembuk Langkah Nyata Untuk Rohingya

  • Whatsapp

KABARBANGKA.COM — Gabungan lintas organisasi masyarakat, OKP, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya yang ada di Bangka Barat yabg hadir terdiri dari Pemuda Muhammadiyah, MUI, DMI, Pengurus Masjid Baitul Hikmah Muntok, PDM, FPI, BKPRMI, KAHMI, Kemenag, dan FKUB melakukan rembuk untuk membahas aksi dan langkah nyata untuk membantu masyarakat muslim Rohingya yang sedang ditindas, disiksa, dan dibunuh di Rakhine Myanmar di Masjid Baitul Hikmah Muntok, Senin (4/9/2017).

Bacaan Lainnya

Syasri Ekozat, sebagai koordinator rembuk yang juga sebagai ketua Pemuda Muhammadiyah mengatakan, bahwa kita sebagai masyarakat muslim (orang Islam) yang ada di Babar merasa terpanggil dan menginisiasi gerakan nyata kepada saudara-saudara kita yang ada di Rakhine, Rohingya – Myanmar.

“Kita bersama mengambil sikap kongkrit untuk menyatakan pengecaman keras terhadap pemerintah Myanmar yang telah semena-mena melakukan pembantaian, penindasan, dan penyiksaan terhadap musliam Rohingya serta gerakan untuk membantu mereka”, paparnya.

Sebelumnya kegiatan ini (rembuk) juga sudah dilakukan oleh FPI Babar atas instruksi FPI Pusat untuk melakukan aksi nyata berupa penggalangan dana khusus di hari Jum’at ini (8/9/2017) untuk seluruh masjid yang ada di Bangka Barat, tegas Rahmad Dalu sebagai simpatisan FPI juga sebagai Ketua BKPRMI yang hadir dalam rembuk tersebut.

Menurut Bapak Abdurrahim, Kepala Kemenag Babar, secara pemerintahan, kita Indonesia sebagaimana yang telah disampaikan oleh menteri agama sudah melakukan hal-hal untuk membantu Muslim Rohingya, hanya saja sebagai negara harus mengikuti aturan secara internasional.

Namun di sini, kita sebagai saudara dan masyarakat yang peduli terhadap saudara-saudara kita di sana juga harus melakukan hal yang sama, yakni membantu mereka, hanya saja harus melalui wadah yang menaungi semua lapisan agar tidak memancing masalah baru, terangnya.

Sementara untuk Muhammadiyah, kata Sarbudiono sebagai ketua PDM Babar menegaskan bahwa di Muhammadiyah sedang dilakukan penggalan dana, melalui sekolah dari SD, SMP, dan SMK serta simpatisan dan warga Muhammadiyah, tinggal penyaluran saja melalui apa/siapa?

Namun, ia menyampaikan bila hasil rembuk ini nantinya terbentuk sebuah wadah, baik itu berupa aliansi atau apalah namanya, kita akan salurkan dan kumpulkan dana yang telah terkumpul itu ke wadah ini, terangnya.

Lain halnya dengan Bapak Hasyim dari FKUB Babar, ia melalui forum kerukunan umat beragama berusaha mengajak seluruh pemeluk ummat beragama untuk ikut andil dalam kegiatan ini nantinya.

Sementara ketua Kahmi, Suryan dalam rembuk tersebut menyampaikan pendapatnya, yang terpenting hasil dari rembuk ini jangan lupa untuk dipublikasikan, karena bila tidak dipublikasikan orang di luar sana tidak akan pernah tau apa yang telah dilakukan jika tidak dipublikasikan.

Hasil dari rembuk tersebut yang pertama adalah membentuk sebuah wadah yang menjadi tempat aspirasi bagi siapa saja yang peduli dan ingin berkontribusi dan pernyataan bersama/pernyataan sikap.
Kemudian pernyataan ini akan disampaikan ke DPRD, GUBERNUR, dan diteruskan ke Presiden tegas Syasri.

Wadah tersebut adalah “Aliansi Peduli Muslim Rohingya Bangka Barat (APMR Babar)” yang dikomandoi oleh Syasri Ekozat.

Pernyataan bersama/pernyataan sikap
Aliansi Peduli Muslim Rohingya Bangka Barat (APMR Babar):

1. MENGUTUK tindakan pembiaran terhadap Penyiksaan, Penindasan, dan Pembunuhan Warga Etnis Rohingya yang terjadi di Myanmar saat ini.

2. MENDESAK Pemerintah Republik Indonesia Untuk Mengambil Tindakan Tegas dan Keras secara Politik di tataran Regional (ASEAN) dan Internasional (PBB dan OKI) agar Pemerintah Myanmar segera Menghentikan Pembiaran Tragedi Kemanusiaan berupa, Penyiksaan, Penindasan, dan Pembunuhan Etnis Rohingya.

3. MENDESAK Pemerintah Indonesia membuat Kebijakan Berkelanjutan tentang Penanggulangan Permasalahan Kewarganegaraan Etnis Rohingya baik yang sudah mengungsi ke Indonesia mapun yang masih bertahan di wilayah Rakhine Myanmar. (Suaka Politik, Pemberian Status Kewarganegaraan Indonesia dan lain-lain)

4. MENDESAK Pemerintah Indonesia Untuk Menginisiasi Pembekuan Hubungan Bilateral ASEAN serta PBB dengan Myanmar, serta Mengusir Duta Besar Myanmar dari Indonesia dan Menarik Duta Besar Republik Indonesia Untuk Myanmar jika tidak segera Menghentikan Pembantaian terhadap Etnis Rohingya

Penulis: Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bangka Barat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan