Listriki Dusun, PLN Gandeng UBB

  • Whatsapp

GM PLN Babel dan Rektor UBB berjabat tangan setelah menandatangani MoU

KABARBANGKA. COM— PLN gandeng Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk listriki dusun yang ada di Bangka Belitung dengan menandatangani nota kesepahaman antara General Manager PLN Babel, Susiana Mutia dengan Rektor UBB, Dr. Ir. Muh Yusuf di Medan, Sumatera Utara.

Bacaan Lainnya

Kerja sama tersebut dilakukan untuk memenuhi target 100% dusun berlistrik di Bangka Belitung. Hingga saat ini tersisa 48 dusun yang belum berlistrik dengan 7 dusun berada di pulau-pulau kecil.

Secara bertahap PLN Babel akan melistriki dusun-dusun tersebut. Sebanyak 23 dusun akan dilistriki pada tahun 2017 ini. 12 dusun di tahun 2018 dan 13 dusun lainnya di tahun 2019.

General Manager PLN Babel Susiana Mutia menyampaikan komitmennya untuk melistriki dusun-dusun yang belum dapat menikmati listrik sampai sekarang.

“Kami berkomitmen untuk menyukseskan program ini, dengan kerja sama ini diharapkan data dusun yang belum terlistriki dapat lebih update dan nantinya seluruh dusun bisa berlistrik 100%”.
*Listriki Seluruh Desa di Sumatera*

Seperti diketahui, PLN menargetkan 98% elektrifikasi seluruh desa di Sumatera pada tahun 2019.Hingga tahun 2016 sebanyak 1.280 desa belum berlistrik dari total 27.000 desa yang ada.

Guna memenuhi target tersebut, bersama dengan 10 perguruan tinggi di Sumatera, PLN bekerja sama melakukan penelitian dan survey pembangunan listrik pedesaaan di seluruh provinsi yang ada di Sumatera.

Kesepuluh perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Bangka Belitung, Universitas Syah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Riau, Politeknik Batam, Universitas Lampung, Universitas Sriwijaya, Universitas Jambi, Universitas Bengkulu, dan Universitas Andalas.

Menurut Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Amir Rosidin penelitian ini dilakukan PLN untuk memetakan seluruh desa yang belum berlistrik di Sumatera termasuk besaran kebutuhan listrik dan potensi energi lokal setempat.

“Dengan survey dapat diketahui lokasi-lokasi desa yang belum berlistrik. Kemudian juga energi listrik yang dibutuhkan untuk penerangan ditambah listrik untuk mendorong ekonomi desa,” jelas Amir.

Lebih lanjut menurut Amir hal yang tidak kalah penting adalah potensi energi yang ada di masing-masing desa, serta besaran biaya energi yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk penerangan dan untuk kegiatan ekonomi tanpa energi listrik dari PLN.

“PLN sangat tidak mengharapkan apabila ada masyarakat yang belum mendapatkan listrik dari PLN tetapi justru membayar biaya energi lebih mahal untuk membeli genset, solar dan lainnya,” tegasnya.

“Untuk melistriki seluruh desa di Sumatera, PLN akan menyesuaikan dengan potensi energi dan sumber daya setempat yang ada. Sehingga pengembangan pembangunan listrik pedesaan sejalan dengan kearifan lokal,” pungkas Amir.

Sementara itu mewakili perguruan tinggi Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengungkapkan terima kasih kepada PLN yang memberikan kepercayaan melakukan penelitan dan survey ini.

“Hal ini dapat menjadi pendorong mahasiswa kami khususnya para mahasiswa di bidang teknik untuk dapat terjun langsung ke lapangan dan meneliti pembangunan listrik di pedesaan,” ujar Samsul.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan