Lomba FLS2N SMK Se-Babel, Pesan Gubernur : Perkaya Khazanah Budaya Bangka Belitung

  • Whatsapp

img-20160928-wa0018 img-20160928-wa0019

KABARBANGKA.COM — Penyelenggaraan Lomba FLS2N diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya untuk memahami dan menghargai kekayaan budaya, seni dan sastra yang dimiliki bangsa Indonesia, khususnya budaya Bangka Belitung sehingga dapat memperkaya khazanah budaya lokal yang tercipta dari kalangan pelajar.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dalam sambutannya yang dibacarakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs. Muhammad Soleh, MM ketika membuka Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2016, Selasa (27/09) di Hotel Aksi Pangkalpinang.

M. Soleh yang membacakan sambutan gubernur meminta agar para siswa SMK mampu menanamkan dan meningkatkan kompetensi di bidang seni ini sekaligus sebagai sarana penyaluran bakat, kreativitas dan inovasi di era globalisasi.

“Dengan berkesenian, para siswa akan mampu mengasah kepekaan hati yang dapat memperhalus budi pekerti dan tingkah laku, serta rasa empati, “ ujarnya.

M. Soleh pada kesempatan itu juga menuturkan, Lomba FLS2N diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Nawacita di bidang pembangunan karakter bangsa, terutama dalam menanamkan kejujuran sejak dini bagi para siswa.

“Prestasi yang dicapai oleh para siswa harus melalui proses, bukan secara instan apalagi melalui jalan pintas dengan cara – cara yang tidak jujur. Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pelaksanaan FLS2N ini sebagai upaya membangun karakter bangsa sejak dini, “ pesannya.

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2016 diikuti sebanyak 160 peserta dari yang mewakili SMK se – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dikesempatan itu M. Soleh menambahkan, pencapaian prestasi lomba FLS2N tingkat Nasional Agustus lalu di Manado, dari 5 bidang lomba yang diikuti oleh Bangka Belitung, tidak satupun berhasil meraih prestasi yang membanggakan padahal tahun sebelumnya berhasil meraih beberapa medali.

Hal ini menurut M. Soleh agar menjadi perhatian bersama apalagi dengan adanya proses pelimpahan kewenangan Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana serta Dokumen (P3D) bidang pendidikan menengah dari pemerintah daerah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi.

“Mendatang, secara hukum seluruh SMA/SMK dan SLB yang ada di kabupaten/kota dibawah kewenangan Provinsi, sedangkan pembiayaan dialihkan secara nasional mulai 1 Januari 2017, dengan demikian kegiatan-kegiatan yang ada menjadi kewenangan pemerintah provinsi, “ jelasnya.

Namun demikian M. Soleh berharap dengan adanya P3D ini tidak menimbulkan kebingunan dalam pelayanan pendidikan, yang sudah baik tetap dipertahankan dan yang belum agar dapat ditingkatkan lagi.

Sementara itu Ketua Panitia FLS2N tingkat SMK 2016 ini, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi, Wahyudin, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa FLS2N ini akan dilangsungkan dari tanggal 27 – 29 September 2016 di Kota Pangkalpinang, dan diikuti oleh 230 orang, yang terdiri dari 160 peserta, 63 guru pembimbing dan 7 orang ketua kontingen dari berbagai SMK yang ada di Bangka Belitung.

“Sedikitnya ada 9 cabang seni yang dilombakan yaitu lomba seni tari tradisional, seni tulis tradisional, seni teater, seni gitar klasik, solo vokal, vocal group, cipta dan baca puisi, seni tulis dan baca cerpen, serta film pendek, “ pungkasnya.

Pelaksanaan lomba FLS2N tahun ini mengusung tema “Berkreasi, Berkarya, dan Berprestasi” yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang seni di Negeri Serumpun Sebalai.

Para peserta yang di nyatakan menjadi juara pertama pada ajang lomba FLS2N Tingkat SMK tahun ini nantinya akan menjadi duta seni siswa pada tingkat nasional tahun mendatang dan juri yang dilibatkan terdiri dari para akademisi, praktisi maupun profesional yang memiliki integritas dan dedikasi dibidang seni.[truncated by WhatsApp]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan